Zonasi Komoditas untuk Pasarkan Hasil Pertanian -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Zonasi Komoditas untuk Pasarkan Hasil Pertanian

Selasa, 13 Oktober 2020
.

Padang, fajarsumbar.com - Pemerintah Provinsi Sumbar melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikulutra dan Perkebunan melakukan zonasi komoditas. Hal itu salah satu hal yang penting dalam memasarkan hasil pertanian komoditi unggulan. 


Ada beberapa komoditas yang dipandang perlu untuk dikembangkan antara lain jagung, manggis, merica, coklat, gambir dan kopi. Hasil pertanian komoditi unggulan harus dikembangkan termasuk memasarkannya. Dengan pengembangan bidang pertanian komoditi unggulan ini dapat mendongkrak dan membantu kesejahteraan hidup petani di Sumbar.


Hal itu dikatakan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikulutra dan Perkebunan Sumbar, Syafrizal, Selasa (13/10/2020).


Selain padi dan jagung, sekarang dinas tersebut berupaya mengembangkan buah manggis yang nilai jualnya cukup tinggi. Kulitnya yang hitam dan rasanya yang manis serta memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Buah manggis ini menjadi perhatian bagi Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan untuk dimasukkan dalam daftar komoditi unggulan.


“Saat ini harga buah manggis sedang naik daun dan banyak digemari oleh mancanegara khususnya Eropa. Selain rasanya manis, kulitnya pun sangat bermafaat sebagai anti alergi dan anti inflamasi, menurunkan kadar gula darah, untuk obat jerawat, termasuk mencegah penyakit jantung,” katanya.


Selain manggis, ada juga komoditi unggulan lainnya seperti coklat, kopi dan jagung yang tersebar dibeberapa wilayah di Provinsi Sumbar. Seperti coklat di Kabupaten Padang Pariaman, jagung di Kabupaten Pasaman Barat, Agam dan Pesisir Selatan. Dengan kawasan tersebut, komoditi unggulan akan terarah dalam melakukan pemasarannya.


Dengan adanya komoditi unggulan ini, Pemprov Sumbar terus melakukan pelatihan serta penyuluhan kepada para petani disentra penghasil komoditi unggulan. Dan Pemrov Sumbar juga akan menentukan kawasan unggulan pertanian sehingga dalam memasarkan hasil produksi komoditi harga sesuai dengan pasar, sehingga dapat mendukung usaha pertanian dan kesejahteraan petani pun terjamin. (hms-pemprov/ab)