Asesmen Nasional Pengganti UN Diusulkan Mundur -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Asesmen Nasional Pengganti UN Diusulkan Mundur

Jumat, 13 November 2020

ilustrasi pelaksanaan ujian


Jakarta, fajarsumbar.com - Deputi Bidang Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Pembangunan dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Agus Sartono mengusulkan Asesmen Nasional (AN) pengganti Ujian Nasional (UN) diundur hingga Oktober 2021.


"Kalau saya sarankan realisasinya mundur Oktober atau di 2022 kalau memang belum siap," kata Agus di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (12/11/2020).


Ia khawatir asesmen ini sulit diterapkan jika ditargetkan pada April 2020. Terlebih dengan asumsi pandemi covid-19 belum teratasi.


Menurutnya penerapan AN lebih baik diundur jika memang persiapan belum matang.


Untuk itu, ia ingin meminta penjelasan rinci dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengenai rencana detail pelaksanaan AN tahun depan.


Agus mengaku pihaknya baru sekali melakukan rapat dengan Kemendikbud. Ia belum menerima penjelasan teknis terkait mekanisme penyelenggaraan AN.


"Ini sudah rapat sekali. Kan perencanaan tentang bagaimana kesiapannya, kalau akan dilakukan tahun depan seharusnya sudah matang konsep itu. Harus segera disosialisasikan," ungkapnya sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Agus menyebut sudah banyak kegiatan pendidikan yang terhambat karena pandemi, seperti UN sampai ujian kesetaraan untuk siswa di luar pendidikan formal.


"Sekarang kan ujian kesetaraan gimana? Paket A, B, C kan dengan UN nggak ada. Kita kan kesulitan juga. Ini juga yang akan saya tanyakan ke Pak Totok (Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud)," tambahnya.


Kemendikbud sendiri berencana melaksanakan AN pada Maret atau April 2021 untuk SMP, SMA dan sederajat dan pada Juli untuk SD dan sederajat.


AN tidak bakal digelar untuk seluruh siswa di angkatan pendidikan tertentu seperti UN. Melainkan hanya kepada 45 siswa di pendidikan menengah dan 45 siswa di pendidikan dasar.


Pelaksanaannya akan dibagi menjadi tiga pengujian, yakni Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) berupa literasi dan numerasi, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.


Meski direncanakan digelar tahun depan, sejumlah pemerhati pendidikan menilai sosialisasi AN terhadap guru, siswa, dan orang tua belum maksimal. (*)