Bantuan Presiden Pangkal Masalah, Pimpinan BNI Painan Ditegur Satgas Covid-19 -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Bantuan Presiden Pangkal Masalah, Pimpinan BNI Painan Ditegur Satgas Covid-19

Selasa, 24 November 2020

.


Painan, fajarsumbar.com - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pesisir Selatan, memberikan teguran kepada Pimpinan Cabang Pembantu BNI Painan, atas dugaan pelanggaran protokol kesehatan saat pencairan Bantuan Presiden (Banpres) melalui PT Permodalan Nasional Madani Persero, Senin (23/11).


"Ya, kami sudah sampaikan teguran secara lisan pada Pimpinan Cabang Pembantu BNI Painan saat pertemuan antara Satgas dengan unsur pimpinan cabang, di Posko Satgas Covid-19 Pessel," ujar Sekretaris Satgas Covid-19, Dailipal, usai menggelar pertemuan dengan Pimpinan Cabang Pembantu BNI Painan, Selasa (24/11). 


Ia menyebutkan, berdasarkan Pasal 98 Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid 19.


Dicantumkan bahwa pimpinan perangkat daerah/lembaga/instansi yang tidak menerapkan adaptasi kebiasaan baru dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 di lingkungan kerjanya, maka dikenakan sanksi administrasi berupa teguran lisan, teguran tertulis, atau sanksi kepegawaian lainnya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 


"Karena ini merupakan pelanggaran pertama kali, maka kami kenakan sanksi teguran secara lisan," ucapnya lagi.


Sementara, pimpinan cabang pembantu BNI Painan, Yovial, datang ke Satgas Covid-19 Pessel, bersama pimpinan wilayah Padang yang diwakili pengelola layanan, Prita Marisca, dan pemimpin bidang pemasaran, Ajar Prabowo. Pada kesempatan itu, pihaknya berjanji bakal menerapkan protokol Covid-19 secara ketat dengan melakukan berbagai langkah antisipasi dini.


"Diantaranya, kami bakal menambah satu unit lagi mobil layanan gerak untuk melayani masyarakat penerima bantuan dibeberapa kecamatan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19," katanya.


Selain itu, kata Yovial, pihaknya juga membatasi jumlah masyarakat yang datang ke kantor Cabang Pembantu BNI, serta memasang alat pembatas jarak antara satu dengan yang lainnya.


"Sebelumnya kami mohon maaf atas keteledoran ini, dan berharap ke depan tidak terulang lagi. Selain itu, kami juga mengimbau nasabah yang ingin mencairkan uang di Bank, untuk diambil melalui ATM bersama yang ada disejumlah kecamatan," tuturnya.(*)