Bantuan Reward Mahasiswa Sawahlunto Segera Cair, Ini Syarat Penerimaannya -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Bantuan Reward Mahasiswa Sawahlunto Segera Cair, Ini Syarat Penerimaannya

Senin, 09 November 2020
Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto Asril.



Sawahlunto, fajarsumbar.com - Bantuan reward Pemerintah Kota Sawahlunto kepada mahasiswa-mahasiswi warga Sawahlunto segera cair dalam waktu dekat.


Hal ini di sampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto Asril diruang kerjanya, Senin (9/11/2020).


Dikatakannya, kebetulan anggaran reward ini berada di pergeseran anggaran APBD perubahan 2020 dan baru-baru ini sudah keluar surat evaluasi. Jadi tunggu sesempurna mungkin baru di proses dan Jumat kemarin (6/11/2020) telah diserahkan secara simbolis oleh Walikota Sawahlunto Deri Asta kepada penerima reward IPK 3,1. Kemudian dalam Minggu ini akan segera di proses.


Penerima reward IPK di tahun 2020 sebanyak 782 orang, semakin meningkat jika dibandingkan dari 2018 hanya sekitar 300-an dan 2019 hanya 500 orang. Nah, sekarang meningkat menjadi 782 orang per semester. Jadi nantinya akan dibagikan untuk dua semester sekaligus.


"Untuk semester genap 782, semester ganjil 772. Jadi dua semester yang akan di bayarkan sekaligus", ungkap Kadis kepada awak media.


Aturannya dibayarkan pada bulan Maret atau April kemarin, akan tetapi karena masih dalam masa Pandemi Covid-19, tentu pihaknya belum dapat mengumpulkan banyak orang karena mahasiswa belum dapat dipastikan terbebas dari Covid-19.


Sehingga proses pencairannya tertunda, untuk sekarang Alhamdulillah sudah mulai aman untuk di kumpulkan sehingga mereka langsung dapat untuk dua semester sekaligus.


"InsyaAllah dalam Minggu ini atau Minggu depan sudah cair", sambungnya kemudian.


Terkait syarat penerimaan reward, Kadis mengatakan ada dua macam reward. Pertama, reward bantuan masuk kuliah pertama bagi anak-anak Sawahlunto yang tamat SLTA yang terdapat di Kota Sawahlunto. 


Umpamanya, ada seorang anak yang ber-KTP atau KK Sawahlunto tapi tamat sekolah di SLTA di luar Kota Sawahlunto, tentu tidak dapat reward tersebut. Jadi reward ini untuk anak-anak yang tamat dan bersekolah di Sawahlunto.


Kemudian yang kedua, reward nilai IPK minimal 3,1 untuk anak-anak Sawahlunto. Beda dengan yang tadi, mungkin dahulu tamat SLTA-nya di luar Kota Sawahlunto tapi orangtuanya ber-KTP atau KK di Sawahlunto maka dapat reward ini. Asalkan mahasiswa yang kuliah di universitas terakreditasi A atau B.


Untuk pengajuan penerimaan reward ini, kata Kadis, langsung saja datang ke Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto dengan membawa bukti bahwa telah diterima di perguruan tinggi terakreditasi A atau B. KTP, KK orangtuanya. Fotocopy rekening Bank Nagari karena nanti akan di transfer langsung dan bukti bahwa telah membayar uang masuk kuliah.


"Jadi bagi anak-anak Sawahlunto yang dapat Bidikmisi, kan tidak ada bukti pembayaran tuh, maka akan tetap di bantu", ucapnya.


Kalau untuk reward IPK mahasiswa Sawahlunto, orangtuanya berdomisili di Sawahlunto asalkan nilainya diatas 3,1. Syaratnya sama seperti tadi, fotocopy KTP, KK, kartu mahasiswa dan nilai IPK-nya.


"Kalau dulu kita tambah dengan keaktifan di kampus dan itu sebenarnya mengikat. Akan tetapi karena sekarang masa Pandemi Covid-19 maka diganti dengan fotocopy nilainya atau KLS", lanjut Kadis.


Itu sebenarnya perlu, karena di tahun 2019 pihaknya merasa tertipu karena mahasiswa tersebut tidak aktif lagi di kampus. Jadi sekarang dengan bukti LHS, kalau mahasiswa tersebut membayar tentu keluar KLS-nya, itulah buktinya dan berarti mahasiswa tersebut aktif di kampus.


Kalau untuk reward bagi SD atau SMP yang berprestasi untuk tahun ini tidak dilaksanakan karena dampak Pandemi Covid-19. Sehingga lomba-lomba tidak bisa dilaksanakan.


"Contoh, Tahfiz bagi anak-anak tamat SD yang ingin masuk SMP, tahun lalu memang kita berikan. Sekarang memang fokus reward untuk mahasiswa dulu", ucapnya.


Disampaikan Kadis, ada program baru di tahun 2020 ini, yaitu bantuan kuliah bagi mahasiswa yang kurang mampu. Syaratnya, keluarga yang terdaftar sebagai keluarga yang kurang di Dinas Sosial. 


Kemarin ada kuotanya 8 orang, berarti ada 2 orang per kecamatan. Seandainya banyak nanti yang masuk dan terdata di Dinas Sosial maka akan di serahkan ke camat masing-masing untuk menseleksi warganya, tentu yang paling tahu keadaan warganya adalah camat dan desa setempat.


"Untuk keluarga yang kurang mampu ini dapat bantuan uang masuk kuliah Rp5 juta dan uang semester sebanyak Rp2,5 juta selama 8 semester, sampai dia tamat", tandasnya. (ton)