BNPB Pusat Tinjau Pembangunan Jembatan Sikabu -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

BNPB Pusat Tinjau Pembangunan Jembatan Sikabu

Rabu, 18 November 2020

Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BNPB Pusat Rifai meninjau pembangunan jembatan Sikabu Kayu Gadang di Lubuk ALung, Selasa (17/11/20).


Pd.Pariaman, fajarsumbar.com - Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BNPB Pusat, Rifai meninjau pembangunan Jembatan Sikabu Kayu Gadang, Lubuak Aluang, Padang Pariaman. 


Berdasarkan laporan konsultan pengawas, pengerjaan Jembatan Kayu Gadang sudah mencapai 80 persen. Ia minta pelaksana pekerjaan untuk memacu sisa pekerjaan sebanyak 20 persen lagi. 


“Saya ingatkan agar pekerjaan tepat mutu, tepat waktu dan benar-benar teliti Sebab, Jembatan Kayu Gadang bakal menjadi tolak ukur BNPB untuk penyaluran hibah selanjutnya di Padang Pariaman,” kata Rifai di Lubuk ALung, Selasa (17/11/20). 


Dikatakannya, pekerjaan berjalan baik dan jembatan ini dirancang over kualitas (berkualitas sangat baik, Red) dengan kajian kebencanaan. 


Dan Rifai meminta penjelasan seluruh pihak terkait pembangunan Jembatan Kayu Gadang. Yakni penjelasan dari BPBD Sumbar dan dari Padang Pariaman adalah Inspektorat, Dinas PUPR, BPPD serta rekanan yang mengerjakan Jembatan Sikabu.


“Kita minta juga pelaksana membuat laporan per hari terhadap pekerjaan hingga akhir kontrak” ucap Rifai yang terkenal tegas dalam setiap monitoring. 


Sementara itu Kalaksa BPBD Padang Pariaman Budi Mulya menjelaskan pihaknya akan benar-benar mengikuti segala aturan dan petunjuk dalam pembangunan Jembatan Kayu Gadang ini merupakan paling besar yang pernah dibangun Pemkab Padang Pariaman.


“Berdasarkan penjelasan rekan-rekan di PUPR. Jembatan paling panjang yang pernah mereka kerjakan sepanjang 80 meter. Kalau jembatan ini panjangnya 108 meter,” ungkap Budi. 


Ia memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, serta rutin menyampaikan laporan kepada BNPB. Sehingga proses penyelesaiannya berlangsung lancar dan rampung dengan hasil berkualitas tinggi. "Dan harus tepat mutu, tepat waktu dan tepat administrasi” kata Magister Teknik lulusan UGM itu. 


Sedangkan Inspektur Hendra Aswara mengapresiasi peninjauan Deputi RR BNPB sekaligus memberikan masukan dalam proses pembangunan. 


Jembatan Sikabu, kata Hendra sekaligus filakukan pendampingan atau asistensi dengan pihak kejaksaan. 


“Terima kasih atas saran dan masukan Bapak yang sangat berharga. Masyarakat juga berharap setelah jembatan Sikabu ini selesai, akan bisa dilanjutkan pembangunan Jembatan Lubuk Napa di Padang Sago dalam bentuk bantuan hibah dari BNPB. Semoga dikabulkan pak” kata Hendra. (r-saco)