Bupati Labura Tidak Korupsi, Akademisi Ini Minta Masyarakat Tidak Gampang Terprovokasi -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Bupati Labura Tidak Korupsi, Akademisi Ini Minta Masyarakat Tidak Gampang Terprovokasi

Senin, 23 November 2020
Tambahkan teks


Labuhanbatu, fajarsumbar.com - Salah satu akademisi Nimrot Siahaan, SH., MH., menanggapi penangkapan Bupati Labura H. Kharuddin Syah Sitorus yang marak diperbincangkan ditangkap karena korupsi. 


Menurutnya, Bupati Labura sama sekali tidak ada melakukan korupsi dan tidak ada satu rupiah pun negara di rugikan olehnya.


"Beliau itu tidak korupsi, dia hanya memberikan ucapan terimakasih atas turunnya dari pusat, dana itukan diperuntukkan untuk pembangunan di Labura," katanya kepada awak media, Minggu (22/11/2020).


Menurut Nimrot, masyarakat juga harus memahami bahwa Bupati Labura itu rela berkorban materi, fikiran untuk peningkatan pembangunan di Kabupaten Labura. 


"Supaya masyarakat bisa membedakan suap dengan korupsi, suap itu mengeluarkan uang dari kantongnya untuk orang lain. Sedangkan korupsi mengambil uang orang lain atau uang negara untuk kantongnya. Jadi masyarakat harus paham," ujarnya.


Nimrot juga menanggapi maraknya postingan serta komentar negatif yang dimuat di media sosial. Seharusnya bagi masyarakat yang tidak tahu peraturan jangan asal berkomentar. 


"Lebih baik kalau tidak memahami berhenti berbicara, jangan asal ngomong, asbun gitu, apalagi tidak memahami peraturan," tegasnya.


Lebih jauh dijelaskan pria yang juga sebagai Dosen Fakultas Hukum di Universitas Labuhanbatu ini, bahwa penangkapan Bupati Labura dengan kasus bupati lain sangat jauh berbeda.


"Coba bandingkan, kasus Bupati yang kena OTT, itu adalah korupsi, dibuktikan dengan uang. Nah kalau Bupati Labura tidak dibuktikan dengan uang tapi kesalahan dalam administrasi, tidak merugikan negara dia, karena dia tidak korupsi. Dia hanya memberikan terimakasih atas bantuan yang diberikan ke daerahnya. Jadi kalau anda mengatakan bupati itu korupsi, sekalian aja jangan menjejakan kaki di jalan yang dibangun Bupati Labura, gak usah dong pergi ke rumah sakit untuk berobat, itu hasil korupsi," katanya.


Selain itu, Nimrot juga menyoroti tim sukses pasangan calon yang saling menjelekkan di media sosial. "Bagi para paslon lain, mari kita menjaga keharmonisan, dan mari kita menjual produk kita masing-masing tanpa memburukkan produk orang lain," jelasnya lagi. (Randi)