Debat Publik Perdana Pilkada Agam, Pasangan Dr. Andri Warman - Irwan Fikri Tampil Memukau -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Debat Publik Perdana Pilkada Agam, Pasangan Dr. Andri Warman - Irwan Fikri Tampil Memukau

Jumat, 13 November 2020

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Agam dengan nomor urut 4, Dr. Andri Warman - Irwan Fikri tampil memukau dalam debat publik putaran I di studio Padang TV, Lubuk Buaya, Padang, Kamis (12/11) malam.


Lubuk Basung, fajarsumbar.com - Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Agam dengan nomor urut 4, Dr. Andri Warman - Irwan Fikri tampil memukau dalam debat publik putaran I yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Agam, di studio Padang TV, Lubuk Buaya, Padang, Kamis (12/11) malam.


Dari ke empat pasangan calon, pasangan No urut 4 ini tampil dengan sangat baik, hal ini bisa terlihat dari beberapa aspek sebagai tolak ukur, yakni visi misi yang tidak bertele-tele, lugas dan jelas serta menyentuh pada akar persoalan, dari visi-misi ini terlihat bahwa pasangan ini jauh dari kata normatif yang hanya sekedar lip service atau pemanis bibir.


Aspek kedua, yaitu penguasaan waktu. setiap kandidat hanya memiliki peluang waktu 3 menit sehingga harus bisa memanfaatkan secara optimal. Saat pasangan lain terlihat keteteran dengan waktu yang ada, pasangan berbaju batik biru ini dengan sigap menyampaikan gagasan sebelum waktu habis, malah waktu 3 menit mampu diselesaikan dengan berbagi peran antara Dr. Andri Warman dan Irwan Fikri. Hal ini tak terlepas dari kemampuan calon menguasai permasalahan yang dibahas dan ketegasan solusi yang disampaikan.


Selanjutnya, yakni chemistry pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati. Pola komunikasi dan pembagian kesempatan yang dipertontonkan oleh Dr. Andri Warman-Irwan Fikri mengundang banyak komen positif dan diapresiasi oleh banyak pihak.


Dr Andri Warman selalu menyampaikan gagasan secara konseptual dan terukur, sementara Irwan Fikri melanjutkan dengan pendalaman teknis perencanaan dan strategi. Kompaknya pasangan ini untuk saling mengisi sesuai kepakaran masing-masing menjadikannya berbeda dengan pasangan lain yang hanya didominasi oleh salah satu pihak tanpa memberi kesempatan yang cukup untuk berbagi waktu dan peran dengan wakil.


Debat pilkada Agam yang digelar secara live melalui berbagai media online ini mengupas banyak problematika penghambat kemajuan Kabupaten Agam sekaligus menjadi ajang adu gagasan dan terobosan oleh masing-masing pasangan calon.


Ada yang menawarkan solusi normatif dan terkesan tidak siap dengan isu yang dibahas, ada pula yang mengusulkan solusi usang dengan istilah baru, serta ada gagasan baru yang blunder yakni menawarkan solusi dengan menabrak aturan yang berlaku.


Sementara pasangan calon nomor 4 menyampaikan terobosan-terobosan yang rasional dan matang, seperti reformasi birokrasi dengan salah satunya menghilangkan struktur staf ahli dan menggantinya dengan tenaga pakar dari kalangan profesional, pelayanan prima dan ringkas dengan pemanfaatan IT dalam banyak sektor. Sementara di bidang pendidikan dengan menghadirkan pendidikan berkualitas serta mengakomodir kearifan lokal seperti adat dan agama sebagai konten pendidikan.


Sebelumnya pertanyaan dalam debat ini telah dirumuskan oleh tim perumus yang berasal dari kalangan akademisi, di antaranya; Yulhendri (Dosen Fakultas Ekonomi UNP), Aidinil Zetra (Dosen Fisip Unand), Ismail (Dekan Fakultas Syariah IAIN Bukittinggi), Nurus Sa’adah (Dosen Sosiologi UIN Padang) dan Beni Kharisma Arrasuli (Dosen Fakultas Hukum Unand).


Kegiatan dibuka secara langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Agam Riko Antoni, dihadiri Pjs Bupati Agam, Bawaslu Agam, forkopimda yang diundang secara live streaming, dan pendukung calon maksimal 4 orang per pasangan calon, kegiatan ini memberlakukan protokol kesehatan secara ketat.(rel/yanto)