Ini Kronologis Penganiayaan Anggota TNI Oleh Rombongan Moge di Bukittinggi -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Ini Kronologis Penganiayaan Anggota TNI Oleh Rombongan Moge di Bukittinggi

Sabtu, 07 November 2020
Kapolres Bukittinggi didampingi Kasi Intel Kodim 0304/Agam pada Jumpa Pers.


Bukittinggi, fajarsumbar.com - Polres Bukittinggi Gelar Jumpa Pers, terkait penganiayaan kepada anggota TNI oleh Club Motor Besar HOG dari Bandung di Kelurahan Tarok Dipo KecamatanGuguak Panjang Bukittinggi Jumat 30 Oktober 2020 lalu.


Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Parawiranegara SH, SIK, MH didampingi Dandin 0304/ Agam yang diwakili Kasi Intel dan jajaran Perwira Kepolisian Polres Bukittinggi kepada Wartawan di Hall Polres Bukittinggi, Sabtu (7/11/2020).


Kapolres Bukittinggi membenarkan telah terjadi tindak penganiayaan oleh club motor HOG dari Bandung, terhadap 2 orang anggota TNI Kodim 0304/Agam di Kelurahan Tarok Dipo Kecamatan Guguak Panjang Kota Bukittinggi.


Berdasarkan Penyidikan  : LP. 253/K/X/2020. Spkt-Res Bukittinggi dalam perkar tindak Pidana penganiayaan secara bersama-sama ayat (2) ke I e jo 351 jo 56 KUHP Pidana.


Kronologis kejadian, sekitar pukul 16.40 wib  2 orang anggota Intel Kodim 0304/ Agam berbocengan sepeda motor dari arah Simpang Mandiangin menuju Makodim.


Sebelum sampai Simpang Bengkel, kedua korban mendengar bunyi serine mobil Patwal Polres Bukittinggi, dia (korban) lansung menepi sampai mobil Patwal lewat yang diiringi rombongan motor HOG, setelah rombongan lewat, kedua korban melanjutkan perjalanan.


Namun tiba-tiba datang dari belakang rombongan motor HOG yang terpisah dari rombongannya menggas-gas dengan suara keras, menyebabkan Mustari terkejut dan hampir jatuh.


Lebih lanjut kata Kapolres, takterima dengan sikap pengendara motor HOG, korban berusaha mengejar bermaksut untuk  menegur, karena jalanan ramai, rombongan motor besar terjebak macet.


Serda Mustari dapat menyusul rombongan motor besar ini dan menegur, rupanya rombongan ini tak terima, sehingga terjadi cek-cok adu mulut.


Seorang dari rombongan memdekati Serda Yusuf dan mendorong sampai jatuh tersungkur oleh TR, MS saat menendang, melihat Yusuf mengeluarkan "Kata-kata mau jadi jagoan kamu, saya tembak kamu".


MS melihat gerakan Serda Yusuf seolah-olah mengeluarkan sesuatu dari balik jeketnya, BS  langsung menendang bahagian belakang kepala Yusuf.


Melihat rekannya terjatuh Serda Mustari  datang untuk membantu, namun dihalangi oleh kelompok HOG dan berujung dengan keributan sampai kedepan toko.


Ditambahkan Kapolres, saat terjadi keributan seorang anggota Polri Brigadir Hafis turut melerai penganiayaan  ini dibantu seorang ibuk-ibuk, barulah rombongan meninggalkan lokasi.


Saat ini tindakan Kapolres Bukittinggi,  tim khusus penyidikan, telah memeriksa saksi-saksi, berkoordinasi dengan Kodim 0304/Agam,  Subdempom Agam, mendatangi TKP, menyita barang bukti dan telah melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Bukittinggi (Tahap I).


Tersangka  semuanya, terdiri 5 orang, BS (16), MS (40), HS (48), JD (26), TR (33). Saksi berjumlah 17 orang,  , TKP , Polri 2 orang, 2 orang dar HOG dan beberapa Helm merk Simson warna hitam, ungkapnya.(gus)