Kabar Baik, Rabu Besok Sawahlunto Mulai Proses Belajar Mengajar Tatap Muka -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Kabar Baik, Rabu Besok Sawahlunto Mulai Proses Belajar Mengajar Tatap Muka

Senin, 09 November 2020
Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto Asril.

Sawahlunto, fajarsumbar.com - Kabar baik untuk dunia pendidikan Kota Sawahlunto, sejak ditetapkannya zona kuning di Kota Sawahlunto oleh Gugus Tugas Provinsi Sumatera Barat sejak 7 November 2020 lalu, proses belajar mengajar tatap muka segera di Rabu (11/11/2020) besok.


Hal ini disampaikan Walikota Sawahlunto Deri Asta melalui Kepala Dinas Pendidikan Asril saat di jumpai fajarsumbar.com di ruang kerjanya, Senin (9/11/2020).


Disampaikan Kadis, berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri, wilayah yang berada di zona kuning sudah boleh melaksanakan proses belajar mengajar tatap muka.


"Mulai dari SD, SMP, SMA kecuali TK dan SLB karena perlu masa transisi selama sebulan terlebih dahulu", ungkapnya.


Dijelaskannya, Kota Sawahlunto akan mulai bersekolah pada hari Rabu depan (11/11/2020) dan anak yang akan bersekolah mesti ada izin dari orangtuanya. Jika tak ada izin orangtuanya, maka tidak akan dipaksakan kepada anak didik.


"Proses belajar mengajar di zona kuning bagi SD diberlakukan secara bergantian, separuh dari jumlah anak didik di setiap kelasnya dan separuh lagi di hari berikutnya", terangnya menjelaskan.


Lebih lanjut, bagi anak didik SMP dan SMA diberlakukan secara bergantian selama seminggu, separuh dari jumlah anak didik di Minggu pertama tiap kelas dan separuh lagi di Minggu depannya. Karena mata pelajarannya tidak mungkin di rolling setiap harinya. 


Dalam proses belajar mengajar tidak diberlakukan jam istirahat, anak didik harus bawa bekal dari rumah. 


"Zona kuning yang ditetapkan oleh Gugus Tugas Provinsi Sumatera Barat ini berlaku selama satu Minggu kedepan, semoga saja di Minggu depannya Kota Sawahlunto dapat mempertahankan zona kuning bahkan sampai ke zona hijau. Aamiin", ujarnya berharap.


Untuk hal-hal teknis dalam proses belajar mengajar di sekolah nanti, disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Asril, antara lain adalah guru dan siswa wajib memakai masker dan faceshield. 


"Selain wajib menerapkan protokol kesehatan, hal lainnya yang kita atur adalah ; siswa dan guru wajib memakai masker ditambah faceshield. Proses belajar mengajar ini diizinkan sampai jam 11.00 WIB, itu tanpa jam istirahat agar siswa tidak berkumpul-kumpul yang nantinya rawan tidak bisa menjaga jarak," kata Asril. 


Kemudian ditambahkan Asril, jika dalam satu kelas jumlah siswanya lebih dari 15 orang maka yang masuk hanya boleh setengah jumlah siswa tersebut. Setengahnya lagi masuk untuk hari selanjutnya. 


"Jadi kita pakai konsep 50 persen belajar di sekolah, 50 persen belajar di rumah. Itu untuk jumlah siswa lebih dari 15 orang dalam 1 kelas," ungkapnya.


Berdasarkan hasil pantauan lapangan, banyak orangtua murid dan anak didik serta guru-guru yang sangat merindukan proses belajar mengajar tatap muka segera dilaksanakan di sekolah. (ton/ab)