Kafilah MTQ Nasional Wajib Swab Sebelum ke Sumbar -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Kafilah MTQ Nasional Wajib Swab Sebelum ke Sumbar

Kamis, 12 November 2020

ilustrasi


Padang, fajarsumbar.com - Pemprov Sumatera Barat (Sumbar) mengeluarkan kebijakan terkait protokol kesehatan (prokes) yang mesti dilaksanakan panitia maupun peserta Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-28 Tahun 2020 di Sumatera Barat.


Pemprov mewajibkan tiap kafilah MTQN untuk swab di daerah masing-masing sebelum datang ke Sumbar.


Upaya itu untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Para peserta juga wajib menerapkan protokol kesehatan ketat dengan mengenakan masker dan mencuci tangan.


Dalam edaran tertulisnya, Rabu (11/11/2020), Kadis Kominfo Sumbar selaku Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal menjelaskan aturan protokol kesehatan yang berlaku bagi seluruh panitia dan khafilah selama berlangsungnya event keagamaan ini.  


“Sesuai surat Gubernur Sumbar tanggal 30 September kemarin, setiap kafilah harus melakukan test swab di provinsi masing-masing dan hasilnya dikeluarkan maksimal dua hari sebelum keberangkatan. Kalau negatif baru boleh berangkat,” kata Jasman sebagaimana dikutip pada inews.id.


Kebijakan ini diperkuat dengan surat dari Panpel MTQ tanggal 3 November 2020 tentang prosedur kedatangan kafilah MTQ ke Sumbar, selain kewajiban swab untuk semua tamu dan panitia, juga ada pemisahan orang serta barang-barang kafilah dengan penumpang umum sehingga memungkinkan untuk physical distancing.


Jasman menekankan protokol kesehatan tidak hanya diterapkan secara umum, juga berlaku di seluruh venue yang menjadi lokasi perlombaan. 


Termasuk di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), hotel, lokasi pembukaan maupun kendaraan angkutan. Menindaklanjuti hal ini, pihaknya telah mempersiapkan aturan/ketentuan yang ketat sesuai protokol kesehatan dan diawasi langsung oleh kepolisian, Satpol PP serta TNI.


Sedangkan untuk mencegah terjadinya kerumunan saat kegiatan MTQ di masing-masing venue, panitia telah mengatur waktu dan cara supaya khafilah tetap mengikuti protokol kesehatan. “Waktu dan teknis lomba akan diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi penumpukan di masing-masing venue.


Jasman berharap perhelatan MTQN 2020 tidak menjadi cluster baru penyebaran Covid-19.


“Jika semua patuh menerapkan prokes, Insya Allah tak terjadi penularan virus selama kegiatan berlangsung. Seluruh peserta pun tak akan risau untuk balik kembali ke daerah masing-masing. Kita ingin Sumbar jadi tuan rumah yang baik dan sukses dari seluruh segi, termasuk dalam menjaga kontingen terhadap penularan Covid-19,” katanya.


MTQN di Sumbar ini akan digelar mulai 12-21 November. Pelaksanaan tahun ini berbeda dari biasanya, di mana event berlangsung di tengah pandemi Covid-19. (hms-pemprov/ab)