Kelompok Budidaya Ikan Kelurahan Manggih Gantiang Panen Raya -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Kelompok Budidaya Ikan Kelurahan Manggih Gantiang Panen Raya

Senin, 23 November 2020

Saat panen ikan di tambak ikan Sanjai Dalam Bukittinggi


Bukittinggi fajarsumbar.com - Kompaknya LPM, niniak mamak dan lurah, berhasil mengatasi pengangguran di Kelurahan Manggih Gantiang Kecamatan Koto Selayan Bukittinggi.


Hal ini disampaikan ketua Kelompok Budidaya Ikan di Kelurahan Manggih Gantiang, Kecamatan Koto Selayan, Bukittinggi, Andi didampingi di Sanjai Dalam, Kelurahan Manggih Gantiang, Senin (23/11/2020).


Menurutnya usaha kelombok budidaya ikan ini bermula dari lahan sawah dalam  yang sering gagal panen, kerena air sawahnya tidak dapat dikeringkan dan padinya membusuk.


Dari sering  gagal penen ini, Ketua LPM, Niniak Mamak dan Lurah melakukan musyawarah bersama pemuda untuk memakai lahan sawah ini untuk dijadikan tempat budidaya ikan.


Dengan motifasi Ketua LPM Shabirin Rachmat dan juga anggota DPRD Kota Bukittinggi, maka dimulailah membenahi sebanyak 10 unit kolam ikan dengan cara gotong royong dan sekaligus memberikan dana pokir sebesar Rp250 juta, untuk membeli bibit ikan.


"Kami sebagai kelompok budidaya ikan, untuk menambah wawasan juga dibiayai melakukan study banding ke Pasaman, Danau maninjau melihat bagaimana cara membibitkan ikan air tawar," ujarnya.


Sekaran sudah beberapakali panen, hasilnya tidak dijual ke pasaran, ikan-ikan itu dijual kemasyarakat dengan harga lebih murah dari di pasaran. Dan inilah bentuk partisipasi.


Ikan yang telah dibitkan juga telah mendapat pasar, yang dibeli langsung oleh pengusaha karamba dari Danau Maninjau, sebagian diternakan di kolam sendiiri diisini.


Sekarang ini usaha pemuda ini telah berkembang dengan berdirinya mesin gilingan padi, sehingga padi masyarakat dapat digiling, sehingga telah membantu pengurangi pengangguran di Sanjai Dalam tersebut.


Ditambahkan Andi, semua keberhasilan ini tidak terlepas dari binaan Shabirin Rachmat bersama Niniak mamak. Sebagai putra daerah yang diusung menjadi anggota DPRD Bukittinggi, tidak mengecewakan dan sesuai harapan masyarakat yang akan dipertahankan sebagai wakil masyarakat Sanjai.


Di tempat yang sama Agusrial mengatakan, dari keberhasilan yang telah disampaikan, masih ada satu ancaman terhadap budidaya ikan ini, seperti meningginya air Sungai Batang Agam.


Sungai Batang Agam ini sering meluapkan airnya kepersawahan, sehingga meluber menenggelamkan jalan raya ini, sehingga juga merendam tambak dan berakibat banyak ikan yang lepas.


Penyebabnya kerena banyaknya sindimen, sehingga terjadi pendangkalan sungai, karena ini sungai di bawah pemerintah tinggkat I Sumatera Barat, Pemko Bukittinggi tidak bisa berbuat, harapannya agar ada pengerukan di Sungai batang Agam tersebut. (gus)