Kolaborasi Pemko Sawahlunto dan PTBA Bantu Keseriusan Pemdes Kubang Tangah Kelola Lahan Pertanian -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Kolaborasi Pemko Sawahlunto dan PTBA Bantu Keseriusan Pemdes Kubang Tangah Kelola Lahan Pertanian

Jumat, 13 November 2020
Kegiatan saat panen bawang di Desa Kubang Tangah, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto.



Sawahlunto, fajarsumbar.com - Pemerintah Desa Kubang Tangah, Kecamatan Lembah Segar memberikan bantuan benih dan pupuk untuk masyarakat mengolah dan mengembangkan lahan pertanian. Tak hanya itu, lahan pertanian di Desa Kubang Tangah, Sawahlunto tersebut kini dibebaskan dari pajak bumi, karena pajak tersebut sudah dibayarkan dengan uang pribadi dari kepala desa. 


Kepala Desa Kubang Tangah, Rice, bahwa program pro pertanian ini digerakkan Pemerintah Desa Kubang Tangah agar potensi lahan pertanian yang sangat besar di desa itu dapat tergarap maksimal sehingga hasilnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 


“Seperti yang sekarang kita lakukan panen perdana dengan mengundang pak Walikota ini, yaitu pertanian bawang. Dengan benih dan pupuk kita bantu dari Pemerintah Desa, jadi kemaren telah kita tanam benih sebanyak kurang lebih 85 Kg. Dengan masa panen 2 bulan (70 hari), sekarang dalam masa penanaman tahap pertama ini kita tanam di luas lahan ¼ hektar,” kata Rice, Jum’at (13/11/2020) di lahan pertanian bawang Dusun Guguak Pauh, Desa Kubang Tangah. 


Lebih lanjut dijelaskan Kepala Desa Kubang Tangah Rice, bahwa untuk pertanian bawang ini sekarang dikelola oleh Kelompok Tani Guguak Pauh dengan anggota 10 orang. Keltan Guguak Pauh ini dipimpin oleh Zulkanadi. Selain itu, juga ada lahan 1 hektar di Dusun Batu Tajam yang sekarang ini baru mulai ditanam. 


“Di APBDes Kubang Tangah, kita telah menganggarkan Rp 10 juta untuk membantu menyediakan benih dan pupuk pada pengolahan pertanian ini. Kemudian ini kita tingkatkan pada anggaran perubahan APBDes menjadi Rp 32 juta. Ini wujud perhatian dan keseriusan kita dalam memotivasi dan membantu masyarakat menggarap lahan pertaniannya,” kata Rice. 


Program pribadi Kepala Desa, yakni membayarkan pajak bumi seluruh lahan pertanian di Desa Kubang Tangah tersebut juga bertujuan untuk memotivasi masyarakat untuk menggarap lahan pertaniannya. 


“Silahkan masyarakat beramai – ramai menggarap lahan pertaniannya. Untuk lahan itu sekarang tidak perlu lagi membayar pajak, karena sudah saya bayarkan dengan uang pribadi. Total pajaknya itu di Desa Kubang Tangah yakni Rp 14 juta. Sementara kalau membutuhkan benih dan pupuk untuk mengolah lahannya, itu kita bantu dari Pemerintahan Desa, silahkan diajukan permohonan, nanti kita tindaklanjuti,” ujar Rice. 


Inovasi lainnya yang sedang digerakkan Pemdes Kubang Tangah masih dalam ranah pertanian adalah mengelola tanah kas desa. Dijelaskan Rice, tanah kas desa ini adalah tanah yang dibeli Pemerintah Desa kemudian sudah disertifikatkan. 


“Tanah kas desa seluas 1, 5 hektar di Dusun Polak Datai ini kami gunakan untuk menanam pinang batara. Saat ini sudah dalam proses melubangi tanah, dalam waktu dekat siap ditanami batang pinang tersebut. Kami siapkan 2.000 batang pinang batara untuk ditanam di sana,” kata Rice. 


Walikota Sawahlunto Deri Asta yang datang menghadiri panen perdana bawang Kelompok Tani Guguak Pauh sangat mengapresiasi program pertanian di Desa Kubang Tangah tersebut. Dikatakan Walikota, memang program seperti itulah yang hendaknya dijalankan setiap desa di Sawahlunto yang memiliki potensi lahan pertanian. 


“Ini semangat yang luar biasa sudah muncul dari para petani, dukungan yang luar biasa juga muncul dari Pemerintah Desa Kubang Tangah. Maka tentu kami dari Pemko juga akan mendukung penuh, dalam hal ini melalui Dinas Pertanian kita arahkan untuk optimal dalam mendampingi Kelompok Tani Guguak Pauh ini,” kata Walikota Deri Asta. 


Walikota menyebutkan, bahwa untuk hasil pertanian yang maksimal memang perlu ilmu dan skill (kemampuan) yang bagus. Maka itu, Dinas Pertanian dihimbau untuk dapat ‘mentransfer’ ilmu dan skill pertanian ini kepada para petani. 


“Pertahankan dan tingkatkan koordinasi yang baik antar Pemerintah Desa dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dalam hal seperti ini, keberhasilan program bergantung pada tingkat koordinasi antar Pemdes – OPD,” ujar Walikota Deri Asta. 


Diharapkan Walikota, agar penggarapan pertanian bawang ini dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh Pemdes Kubang Tangah. Sehingga nanti setidaknya untuk kebutuhan bawang se – Kota Sawahlunto dapat dipenuhi oleh bawang dari Desa Kubang Tangah ini.


Mengunjungi lahan pertanian bawang di Desa Kubang Tangah tadi, Walikota Sawahlunto Deri Asta juga membawa General Manager PT. Bukit Asam Pertambangan Ombilin, Yulfaizon. 


“Kita akan terus membantu, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PTBA nanti kita akan tindaklanjuti. Sebelumnya, sudah ada beberapa bantuan yang sudah kita berikan juga. Ke depan bantuan ini akan terus kita lanjutkan,” kata Yulfaizon, yang juga merupakan putera daerah Kubang. (Rel/ton)