Oh Tuhan... Saya dan Isteri Positif Covid-19 -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Oh Tuhan... Saya dan Isteri Positif Covid-19

Kamis, 19 November 2020
.

Virus corona (Covid-19) terus saja mengintai mangsanya dan tidak pandang bulu dan tidak pula pandang jabatan serta pekerjaan. Meski telah berupaya melakukan protokol kesehatan (prokes) maksimal, akhirnya pertahanan terakhir tembus juga. Oh Tuhan kami positif Covid-19.

(Testimoni  DK Wartawan Fajarsumbar.com Terpapar Covid-19)


****


PADANG - Kabar mengejutkan itu datang pada Kamis 15 Oktober 2020 tanggal dan hari sangat bersejarah bagi saya serta isteri. Kenapa tidak, pada tanggal dan hari tersebut saya dan isteri dinyatakan positif Covid-19, meski saya tidak merasakan apa-apa, hanya badan terasa pegal-pegal. Padahal penyakit seperti sudah sering saya rasakan sebelum corona ini mewabah. Oh Tuhan...


Saya tidak pernah membayangkan bakal menjadi salah satu dari daftar orang terjangkit Covid-19. Saya telah berupaya melakukan protokol kesehatan yang ketat, selalu memakai masker, jaga jarak dan sering melakukan mencuci tangan. Tapi apa daya Tuhan berkata lain, saya dan isteri akhirnya masuk juga dalam daftar orang yang terpapar positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat.


Sebelumnya saya juga pernah membayangkan akan terpapar Covid-29. Sebab pekerjaan membuat saya dan kawan-kawan jurnalis lainnya bertemu banyak orang, masuk dalam keramaian kegiatan dan selalu berada di barisan depan. 


Hasil tes yang saya terima pada 15 Oktober 2020, langsung di Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand. Pimpinan Labor ini, dr. Andani Eka Putra.


Setelah saya dinyatakan positif saya harus melakukan isolasi mandiri di rumah beserta istri dan anak-anak saya. Saya masih bersyukur kepada Allah SWT semua anak saya dinyatakan negatif setelah keluar hasil swabnya.


Namun di sini saya akan menceritakankan sedikit tentang kasus Covid-19 yang saya rasakan. Secara jujur sekitar sembilan hari lebih kurang sebelum tes swab saya memang merasakan gejala pegal pegal yang sangat mengganggu. Tapi saya tidak demam dan sakit cuma pegal pegal.


Meski demikian, saya lansung berobat dan dokter yang memeriksa saya mengatakan tensi saya normal dan tidak panas, tapi saya tetap dikasih obat. 


Setelah tiga hari saya makan obat pegal-pegal di badan saya hilang, namun aroma penciuman saya tidak ada dan saya tetap melanjutkan makan obat tersebut. Disaat saya tes swab gejala ini sudah tidak ada, namun saya tetap dinyatakan positif. Hasil positif tentunya sesuai pemeriksaan laboratorium Unand terhadap spesimen yang sudah diambil.


Namun di sini pada masyarakat dan kepada kawan kawan saya menyerankan jika merasa gejala sakit lansung lah berobat. Kalau kita cuek ada gejala deman atau pegal pegal disinilah virus ini akan menghajar kita. 


Seperti isteri saya ketika dia merasa tidak enak badan dia cuek saja dan seperti biasa dia hanya mengambil dua buah daun pepaya diremas lalu di minum, rupanya tidak mempan.


Isteri saya juga heran sakitnya semakin menjadi tapi dia tetap bertahan tidak mau istirahat dan akhirnya saya ajak ke dokter dan juga melakukan tes swab. Akhirnya istri saya juga dinyatakan positif Covid-19.


Jika terasa gejala demam atau penyakit lainnya bersegeralah berobat, saya rasa kita akan aman seperti yang saya rasakan saat dinyatakan positif.


Tapi jika kita tahan saja dan malas berobah disinilah Covid-19 ini akan menghajar. Menurut analisa saya Covid-19 ibarat kipas angin, jika kita sakit tidak cepat berobat akan dikipas sampai penyakit kita makin bertambah parah, sehingga muncul gejala yang berat dan komplikasi yang fatal. 


Menurut saya masker memang perlu karena, virus Corona dapat menular antar manusia melalui percikan dahak atau air liur penderita Covid-19 saat sedang batuk atau bersin. Percikan dahak dan air liur ini dapat masuk ke dalam tubuh orang lain.


Sebelumnya, isteri dan empat anak kakak beradik lainnya berinisiatif melakukan testing di Puskesmas 12 Oktober 2020. 


Pada kesempatan ini saya mengajak seluruh kawan-kawan seprofesi, warga dan seluruhnya tanpa pengecualian. Demi menjaga diri agar tidak tertuliar dari virus mematikan tersebut, tetap patuhi protokol kesehatan. 


Jaga jarak, pakai masker dan selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta tingkatkan imun tubuh melalui fikiran positif, beraktivitas berolahraga dan asupan makanan bergizi dan berimbang, adalah perlu ditegakkan. (ab)