Pasca Dihantam Banjir, Pemkab Solok Selatan Tetapkan Masa Tanggap Darurat Selama 14 Hari -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Pasca Dihantam Banjir, Pemkab Solok Selatan Tetapkan Masa Tanggap Darurat Selama 14 Hari

Selasa, 10 November 2020
Pjs Bupati Solok Selatan didampingi Kepala Kalaksa BPBD Solsel Richi Amran saat memberikan bantuan.air bersih.

Solsel, fajarsumbar.com - Pasca banjir yang merendam ratusan rumah warga di Nagari Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Solok Selatan pada Senin, (9/11/2020) dini hari, Pemerintah setempat menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari.


"Untuk mempercepat recovery, pemulihan dan penanganan pasca banjir ini, Pemkab Solok Selatan tetapkan masa tanggap darurat selama empat belas hari kedepan," kata Pjs Bupati Solok Selatan, Jasman Rizal saat mengunjungi korban bencana banjir di Nagari Sungai Kunyit, Senin (9/11/2020).


Menurutnya, pernyataan masa tanggap darurat ini berguna untuk mempermudah mengakses wilayah, pergerakan personel, logistik, peralatan dan bantuan dari berbagai pihak. Termasuk penggunaan anggaran tanggap bencana yang ada di Pemkab Solok Selatan.


"Selama masa tanggap darurat ini, segala kekuatan dan sumber daya yang ada di Pemkab Solok Selatan akan dimaksimalkan. Termasuk bantuan dari semua pihak dalam penanganan pasca banjir," katanya.


Jika masih diperlukan untuk penanganan lebih lanjut kata Jasman, masa tanggap darurat dapat diperpanjang, hingga penanganan banjir benar-benar selesai.


Dalam kunjungan tersebut, Pjs Bupati juga menyerahkan bantuan berupa mie instan dan selimut. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Wali Nagari Sungai Kunyit, Rusli di posko banjir di kantor camat setempat.


Sebelumnya, banjir merendam Nagari Sungai Kunyit pada Senin, (9/11/2020) dini hari. Banjir akibat hujan yang mengguyur daerah itu akibat sungai batang pangian meluap.


Akibatnya, banjir merendam 130 rumah warga dari 130 kepala keluarga dengan 585 jiwa terdampak. Saat ini, warga telah berangsur membersihkan sisa material lumpur dan pasir akibat banjir tersebut.


Sementara itu, menurut Camat SBJ Muslim, banjir yang melanda dua jorong ini disebabkan oleh penyempitan Sungai Pangian di hilir sekitar 2 km dari pemukiman warga. 


Dalam kunjungan tersebut, pihaknya langsung menyampaikan permohonan agar normalisasi sungai tersebut dapat dilakukan pihak terkait.


"Mudah-mudahan dapat direalisasikan agar banjir tidak terulang lagi," pinta Muslim.


Turut mendampingi Kalaksa BPBD Richi Amran, Kadis Sosial Zulkarnaini, Kepala Cabang Bank Nagari Lubuk Gadang Zulfahmi, Camat SBJ Muslim, serta Unsur TNI dan Polri. (Abg)