Paslon RaSya: "Tidak Ada Penggusuran Pedagang Pasar" -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Paslon RaSya: "Tidak Ada Penggusuran Pedagang Pasar"

Rabu, 04 November 2020

Bapaslon RaSya saat memberikan penjelasan, masalah pedagang pasar di Bukittinggi.


Bukittinggi fajarsumbar.com - Suhu politik kian memanas di Bukittinggi jelang pilkada pada 9 Desember 2020 mendatang. Lawan politik mencari jurus untuk menjatuhkan lawan menjelang helat pilkada yang bakal dilaksanakan sebulan lagi.


Hal itu diakui, paslon Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi nomor urut I, Ramlan Nurmartias - Syahrial (RaSya) kepada wartawan, Rabu (14/11/2020). "Ada yang menggoreng masalah Pasar Lereng, Pasar Aur Kuning, Pasar Atas dan Pasar Bawahs oleh orang tidak bertanggungjawab," ujar Ramlan di posko pemenangan RaSya.


Menurutnya ada pidatonya beberapa hari lalu, yang sengaja diedit dan dipenggal-penggal disampaikan kepada pedagang Pasa Lereng, yang intinya bahwa RaSya akan menggusur pedagang Pasa Lereng.


"Dari informasi ini, telah terjadi keresahan pada pedagang Pasa Lereng, dan hal ini akhirnya sampai kepada paslon RaSya. Untuk kepastian isu itu, banyak pedagang yang datang ke Posko RaSya di Manggih," ujarnya.


Ramlan berterima kasih kepada para pedagang yang ingin mendengarkan penjelasan tentang isu yang disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab sekaligus memberikan dukungan kepada RaSya untuk kembali memimpin Bukittinggi lima tahun mendatang.

Disampaikan Ramlan bahwa, apa yang didengar pedagang Pasa Lereng akan ada pegusuran terhadap pedagang. "Itu adalah fitnah, saya dilahirkan, besar, sekolah dan tidak pernah meninggalkan Bukittinggi," ujarnya Ramlan.


Dirinyapun seorang pedagang, sangat mengerti bagaimana sulitnya dalam suasana Covid-19 sekarang ini. “Kita telepon Jakarta sebagai sentra produksi jawabnya sama, bahwa perdagangan lesu saat ini," ungkapnya.


Kepada pedagang baik yang di Pasa Lereng, Pasa Ateh, Aur Kuning supaya jangan gampang percaya terhadap isu yang tidak jelas. Sebab saat mendekati Pilkada Bukittinggi ini, akan banyak isu-isu yang sengaja digoreng oleh orang yang tidak bertanggung jawan, termasuk isu penggusuran Pasa Lereng.


Pemerintah itu tugasnya mengayomi rakyat, selama ini ada orang punya toko tidak berdagang, tapi menyewa atau mengontrakan toko tersebut kepada orang lain, bahkan kontraknya sampai Rp100 juta per tahun, sementara dia (pedagang) ini hanya membayar sewa ke pemerintah hanya Rp1,7 juta pertahun.


Nah sekarang semua toko milik pemerintah ditertibkan, dilarang untuk disewakan, dikontrakan, diperjualbelikan, diangunkan ke bank. Pada prinsipnya toko disewakan kepada pedagang, bukan disewakan kepada calo toko yang mengambil keuntungan dari menyewakan atau mengontrakan toko. 


Di Pasa Ateh sudah banyak pedagang yang selama ini menyewa atau mengontrak kepada orang lain bukan kepada pemerintah sekarang telah dapat menyewa kepada pemerintah. (gus)