Pemerintah Target Vaksin Gratis ke 60 Juta Penduduk -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Pemerintah Target Vaksin Gratis ke 60 Juta Penduduk

Kamis, 12 November 2020

ilustrasi


Jakarta, fajarsumbar.com - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah menargetkan pemberian vaksin covid-19 gratis kepada 60 juta penduduk.


"Rapat kemarin menetapkan bahwa yang betul-betul jadi target diberi vaksin gratis itu sekitar 60 juta. Kemudian ada vaksin mandiri. Vaksin mandiri artinya membiayai sendiri, terutama dari perusahaan," katanya di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (12/11/2020) sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Menurutnya, vaksin akan diprioritaskan bagi tenaga kesehatan yang benar-benar kontak dengan pasien corona. Sedangkan sisanya akan dipertimbangkan kemudian.


Keputusan tidak memberikan vaksin gratis kepada semua masyarakat, katanya, dilakukan karena Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan herd immunity atau kekebalan kelompok bisa dicapai jika 70 persen penduduk kebal dari virus.


"Tapi dalam arti memang dari total penduduk terpapar covid. Tapi Indonesia kan tidak seluruh wilayah dinyatakan [zona] merah. Artinya tidak semuanya terpapar," jelasnya.


Muhadjir mengatakan Kementerian Kesehatan akan mempelajari lebih lanjut daerah mana saja dan berapa jumlah penduduk dari setiap wilayah tersebut yang perlu diberikan vaksin. 


Ia menegaskan ini artinya tidak semua masyarakat Indonesia harus divaksin. Pihaknya masih terus mempelajari berapa jumlah penduduk yang perlu kebal dari covid-19 untuk mengakhiri pandemi.


"Tidak harus semuanya. Karena itu jangan membayangkan kalau nanti ada sekian ratus ribu nggak kena terus meledak. Nanti masih terus didalami," lanjutnya.


Ia mengatakan sosialisasi terhadap masyarakat juga akan didorong jelang pemberian vaksin. Termasuk bagi masyarakat yang enggan divaksin karena kekhawatiran tertentu.


Sebelumnya Survei Populi Center menemukan 40 persen masyarakat masih enggan divaksin covid-19. Kekhawatirannya beragam, mulai dari efek kesehatan, kehalalan, tidak percaya bisa menyembuhankan, sampai dinilai belum teruji.


Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan target vaksinasi kemungkinan dilakukan pada pekan ketiga Desember 2020. Kementerian Kesehatan sendiri telah memiliki peta jalan vaksinasi covid-19.


Sejauh ini, pemerintah masih melakukan uji klinis ketiga untuk vaksin yang dikembangkan Sinovac dan Bio Farma di Bandung, Jawa Barat. Setelah menyelesaikan uji klinis, baru Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dapat memberikan izin pemakaian darurat. (*)