Petani Kopi Sumbar Berhasil Tingkatkan Akses Pasar -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Petani Kopi Sumbar Berhasil Tingkatkan Akses Pasar

Kamis, 12 November 2020

.


Padang, fajarsumbar.com - Petani kopi di Sumatera Barat (Sumbar) berhasil meningkatkan akses pasar kopi Indonesia. Di tengah pandemi Covid-19, kopi minang berpeluang untuk dilakukan peningkatan akses pasar dan ekspor.


Hal itu seiring dengan diinisiasinya kegiatan business matching sekaligus penandatanganan kesepakatan kerja sama kemitraan pemasaran antara pelaku usaha/eksportir kopi dengan kelompok tani kopi Minang di Kota Padang, Sumatera Barat.


Penandatanganan dilakukan antara PT Surya Indo Singa dengan 16 Ketua Kelompok Tani Kopi Minang dari Kabupaten Solok Selatan, Pasaman Barat, Solok, 50 Kota, Agam, dan Tanah Datar disaksikan oleh Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Kasubdit Pemasaran Hasil, Kelapa Seksi Pemasaran Internasional dan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat beserta jajarannya.


Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Provinsi Sumatera Barat, Syafrizal menyambut baik pelaksanaan business matching ini. Menurutnya ini menjadi momentum penguatan pasar kopi di Provinsi Sumatera Barat.


“Walaupun saat ini di masa pandemi terdapat beberapa kendala pasar ekspor kopi, tetapi kedepan melalui kegiatan ini diharapkan ekspor kopi Sumatera Barat bisa meningkat signifikan,” ujarnya.


Selain kopi, menurutnya potensi perkebunan Sumatera Barat yang juga perlu dilakukan pengembangan dari hulu ke hilir dan ekspor adalah komoditas kakao, kepala, karet, sawit, teh, rempah-rempah.


“Kami jajaran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan terus mendukung Ditjen. Perkebunan dalam akselerasi peningkatan ekspor komoditas perkebunan di Sumatera Barat, utamanya kopi di 7 sentra produksi kabupaten seperti Agam, Tanah Datar, Solok, Solok Selatan, Pasaman, 50 Kota, dan Pasaman Barat,” ujarnya.


Berdasarkan data Dinas TPHortiBun, ekspor kopi Minang hingga September 2020 tercatat mencapai volume 275 ton atau senilai Rp6,45 ke Malaysia, Korea Selatan, Hong Kong, dan beberapa negara Timur Tengah. (hms-pemprov/ab)