Petugas Penyelenggara Pilkada di Kota Pariaman Dirapid Test, tak Mau Dianggap Mengundurkan Diri -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Petugas Penyelenggara Pilkada di Kota Pariaman Dirapid Test, tak Mau Dianggap Mengundurkan Diri

Rabu, 25 November 2020

Komisioner KPU Kota Pariaman Divisi Sosialisasi Abrar Aziz saat membeikan sambutan.


Kota Pariaman, fajarsumbar.com - Sebanyak 1.602 Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan petugas ketertiban ditambah 20 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman dirapit test, Kamis - Jumat  (26-27/11/2020).


Rapit test itu dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman menjelang pencoblosan pada 9 Desember 2020 mendatang menurut rencana dilaksanakan di Pondok Indah, Kota Pariaman, Sumatera Barat. Bagi yang tidak mau, dianggap mengundurkan diri sebagai petugas penyelenggaraan pilkada di Kota Pariaman.


Komisioner KPU Kota Pariaman, Abrar Aziz divisi sosialisasi, pendidikan pemilih, partisipasi masyarakat dan SDM saat diwawancarai fajarsumbar.com di ruangannya, Rabu (25/11/2020) menyebutkan, kegiatan ini sesuai dengan surat keputusan KPU RI No. 476 tahun 2020 perihal pelaksanaan rapid test.


Ia menjelaskan kegiatan rapid test dilakukan selama dua hari dimulai Kamis - Jumat. Untuk penyelenggaran tingkat TPS yakni KPPS dan petugas ketertiban jadwalnya Kamis pukul 08.00 Wib hingga selesai. Sementara untuk PPK dijadwalkan pagi pukul 08.00 hingga selesai. Untuk proses rapid test tetap mengutamakan protokol kesehatan. Sementara petugas medisnya dari RSUD dr. Sadikin, Kota Pariaman.


Abrar  menegaskan rapid test ini wajib bagi penyelenggara teknis sebagaimana yang telah diinformasikan dan disepakati sebelumnya. Jika ditemukan penyelenggara teknis yang tidak mau melakukan rapid test dianggap mengundurkan diri. 


"KPPS maupun gastib menjadi ujung tombak bagi kami di KPU untuk itu agar selalu menjaga protokol kesehatan, tidak usah keluar daerah dahulu baik bepergian dengan keluarga maupun tugas lainnya, karena, bisa jadi sehabis dari luar daerah tanpa disadari virus corona hinggap di pakaian maupun dalam tubuh," imbuh Abrar Aziz 


Oleh karena itu lanjut Abrar disiplin kesehatan, hingga hari H adalah kunci dari menghindari serangan wabah. "Semoga esok kegiatan rapid test bagi penyelenggara teknis di Pondok Indah, Kota Pariaman bisa berjalan lancar sebagaimana harapan kita semua," ujarnya mengakhiri. (heri)