Program Tetap Jalan, Pendataan Jadi Tantangan Saat Pandemi -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Program Tetap Jalan, Pendataan Jadi Tantangan Saat Pandemi

Senin, 09 November 2020
Berdiskusi bersama elemen terkait untuk mematangkan kegiatan pendataan. (ist)


Padang, fajarsumbar.com - Pendataan adalah satu awal yang sangat penting dari sebuah realisasi rencana yang kemudian mampu mewujudkan sebuah perubahan nyata. Dengan hasil dan proses pendataan yang faktual, akurat dan terpercaya, maka perencanaan akan menjadi lebih tepat guna dan tepat sasaran. 


Makanya, dalam Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) 2020 ini, dilakukan sebuah proses pendataan terhadap perumahan dan permukiman atau lebih dikenal dengan pendataan baseline, ujar Fasilitator Sosial Korkot 5 Kota Padang,  Elkhairat Ihsan, dalam relis yang diterima fajarsumbar.com, Senin (9/11).


Menurut Elkhairat, baseline merupakan informasi dasar yang dihimpun sebelum program dimulai. Ini, digunakan sebagai pembanding untuk memperkirakan dampak program yang nantinya akan dinikmati oleh masyarakat. 


“Untuk baseline ini sendiri sebelumnya juga telah pernah dilaksanakan pada 2015 lalu. Kini, untuk lebih meng-update data sesuai kebutuhan masyarakat, maka pendataan juga diiringi dengan berbagai tahapan review sebagai sebuah ikhtiar penajaman data, sebutnya. 


Dikatakannya, untuk tahun 2020 ini, hal yang sama juga dilakukan untuk lebih mempertajam apa kebutuhan masyarakat dalam arti yang sebenarnya. Pendataan ini pun juga sesuai dengan amanat Permen PUPR No.2 Tahun 2016 menjadi Permen PUPR No 14 Tahun 2018 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh.


Seperti diketahui, dalam Permen tersebut diatur terkait 7 aspek dan 16 kriteria perumahan kumuh dan permukiman kumuh. Makanya, kita melihat pendataan di tahun 2020 ini menjadi sangat strategis dan penting bahkan menjadi salah satu agenda besar Program Kotaku. Ini selain sebagai upaya dalam menyikapi adanya perubahan acuan teknis tentunya, ucap Elkhairat.


Yang jelas, kata dia, pelaksanaan pendataan baseline dilakukan secara partisipatif, sesuai koridor program maupun Prosedur Operasional Standar (POS) yang ada. Dan, karena  kondisi warga yang masih berjuang melawan pandemi Covid-19, maka proses pendataan pun kontan dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan.


Misalnya, dalam diskusi (FGD) yang disertai observasi lapangan, yakni melihat langsung kondisi jalan, drainase, rumah dan indikator lainnya, ini guna menjadikan pemahaman yang lebih baik dan data yang lebih valid, maka kegiatan ini pun tetap dilaksanakan dengan protap kesehatan.


Kata Elkhairat, observasi tersebut dilaksanakan hanya bersama Ketua RT ataupun RW di kawasan tersebut. Lalu, hasil identifikasi dan observasi lingkungan kemudian juga akan dipertajam oleh hasil wawancara terhadap beberapa rumah tangga terpilih. Hal tersebut dilakukan untuk menilai secara langsung akses rumah tangga terhadap rumah layak huni, air minum layak dan aman dan sanitasi layak yang ada di permukiman tersebut. Nah, seluruh hasil dari proses tersebut akan divalidasi terlebih dahulu sebelum menjadi sebuah data acuan atau baseline, terangnya.


Ya, badai Covid-19 memang berat. Pendataan juga menjadi tantangan tersendiri. Hanya saja, Program Kotaku, tetap optimis untuk dapat senantiasa melaksanakan kegiatan secara optimal. 


“Hal ini pastinya juga bertumpu pada partisipasi dan semangat para relawan dan LKM/BKM yang ada di kelurahan disertai oleh dukungan pihak kelurahan. Apapun itu, masyarakat bersama Program Kotaku akan berusaha untuk terus maju, pungkas Elkhairat. (naldi)