Ramlan Nurmatias: "Tidak Benar Ada Penggusuran Pedagang" -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Ramlan Nurmatias: "Tidak Benar Ada Penggusuran Pedagang"

Minggu, 22 November 2020

Paslon Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmartias - Syahrial saat diwawancarai wartawan. (ist)


Bukittinggi fajarsumbar.com - Pasangan calon (Paslon) Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmartias - Syahrial kembali menegaskan tidak benar ada penggusuran pedagang di sejumlah pasar di Kota Wisata Bukittinggi.


"Kalau ada yang menghembuskan akan terjadi penggusuran pedagang Pasar Lereng, Pasar Bawang, Pasar Atas itu tidaklah benar. Jangan ada pembodohan kepada masyarakat menjelang pemilihan kepala daerah. Sekali lagi saya sebutkan tidak ada penggusuran," tegas Ramlan Nurmartias kepada fajarsumbar.com, Minggu (22/11/2020).


Berhembusnya isu ada penggusuran di sejumlah pasar tersebut membuat sejumlah pedagang resah, bahkan ada pedagang langsung menelepon walikota Ramlan Nurmartias (lagi cuti pilkada)  tersebut untuk menanyakan kebenaran isu itu. "Lalu saya bilang tidak benar ada penggusuran, kalau ada hanya pembenahan, agar pedagang lebih nyaman berdagang," tambahnya.


Jelang pemilihan kepala daerah pada 9 Desember 2020, suhu politik di Bukittinggi semakin panas. Berbagai cara menjatuhkan lawan politik untuk meraup suara terbanyak agar bisa menduduki kursi nomor satu di Kota Wisata tersebut.


Salah satu isu yang dihembuskan jika Ramlan Nurmatias (patahana) menang Pilkada akan terjadi menggusur pedagang di Pasar Lereng, Pasar Atas dan Pasar Bawah, akhirnya kebenaran isu tersebut terbantahkan.


Demi menenangkan pedagang, Paslon nomor urut I, Ramlan Nurmartias - Syahrial bulusukannya ke Pasar Bawah, Pasar Lereng dan Pasa Ateh, Sabtu (21/11/2020).


Pada blusukan itu Ramlan sekaligus menenangkan situasi, sebab pedagang juga perlu ketenangan, kenyamanan, tidak perlu berpikir akan ada penggusuran, sebab sudah lima tahun Ramlan menjadi walikota tidak pernah ada penggusuran.


“Kita ingin dalam waktu dekat pelaksanaan Pilkada tanggal 9 Desember 2020 suasananya harus kondusif sekarang ada tiga calon. Ketiganya orang-orang pilihan, berikan kesempatan kepada masyarakat untuk memilih pemimpin ke depan," tambahnya.


Sebagai calon kepala daerah mengimbau masyarakat menjadi pemilih yang cerdas, jangan sampai tidak ikut memilih, pergunakanlah hak pilih seluas-luasnya tidak ada intervensi.


Lebih lanjut kata Ramlan, bahwa dia berbicara sebagai walikota yang sedang cuti, kepada penyelenggara Pemilu jadilah yang terbaik. Kedatangan ke pasar sudah sering dilakukan sebelum cuti sebagai walikota.


"Sebenarnya pemimpin itu sudah ditetapkan oleh Allah, kita hanya berusaha dan berdoa. Jangan Pilkada menjadikan perpecahan di tengah masyarakat, ini adalah pesta demokrasi dan memberikan pilihan seluas luasnya," tambahnya.


Jangan hal kecil dimasalahkan, mari didik masyarakat menjadi pemilih yang cerdas, dia tidak ikhlas masyarakat dibodoh-bodohi. "Mari bersaing secara sehat, kita tak mungkin sama dan jelas berbeda, namun jangan perbedaan yang dicari, tapi persamaan,” tambah dia.


Ditambahkan Ramlan, kalau Bukittinggi ini milik semua orang yang harus ditata dengan baik. Kalau tidak ada pembangunan di kota ini, berarti gagal sebagai walikota. "Kalau saya gagal untuk apa saya maju kembali sebagai calon walikota," ungkapnya.


Tujuan datang ke pasar menurut Ramlan, untuk meluruskan isu yang tidak benar, bahwa akan ada penggusuran Pasar Lereng yang sengaja diembus-embuskan, sehingga membuat pedagang resah. 


"Nah sekarang saya datang menemui pedagang berbicara langsung, tidak ada penggusuran Pasar Lereng yang ada merapikan, sehingga pedagang juga merasa nyaman," ungkapnya. (gus)