Rasakan Jerih Petani, Mahyeldi Makan di Tengah Sawah -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Rasakan Jerih Petani, Mahyeldi Makan di Tengah Sawah

Senin, 09 November 2020
Tanpa rasa canggung, Cagub Sumbar, Mahyeldi makan di tengah sawah bersama petani. ist


Payakumbuh, fajarsumbar.com-Dengan baju kaos berlengan panjang, Mahyeldi menyisir pematang sawah yang dikelilingi padi menguning. Sudah saatnya panen. Calon Gubernur Sumbar nomor urut 4 yang akrab dipanggil buya itu ikut panen padi bersama petani.

Dunia pertanian bukan hal asing bagi Mahyeldi. Kehidupan masa kecil, hingga menjadi sarjana pertanian, soal bermandi lumpur dan terik matahari bukan barang baru baginya. Mahyeldi tampak lihai memainkan sabit, manampih, mengangkat karung gabah sampai peluh mengucur di sekujur tubuhnya. Sambil melepas lelah, Mahyeldi tak sungkan duduk di tengah sawah sambil menikmati makanan dan segelas air putih pelepas dahaga.

Pemandangan itu tampak saat Mahyeldi berkunjung ke Kelompok Tani Sawah Tuah Sakato, Kota Payakumbuh pada Rabu (4/11) kemarin. Mahyeldi merasakan jerih petani untuk memperjuangkan nasib mereka.

Tak hanya ikut panen, Mahyeldi juga bertukar pikiran soal pertanian dengan anggota kelompok tani. Menurut Mahyeldi, untuk memajukan pertanian dan peternakan, ia bertekad mengalokasikan anggaran APBD Sumbar menimal 10 persen.

Lebih rinci, Mahyeldi menyampaikan bermacam rencananya memajulan pertanian di Sumatera Barat. Mahyeldi menyebutkan akan menyelesaikan irigasi yang bagus. Memperbaiki bibit. Menurutnya, bibit yang sering dipakai rentan terkena hama. Dari sisi pemasaran produk pertanian, ia bertekad membangun BUMN yang bisa menampung produksi pertanian, sehingga harga produk pertanian menjadi stabil.

Pertanian dan peternakan menjadi sumber utama denyut nadi ekonomi Sumatera Barat. Tak dapat dipungkiri, sebagian masyarakat di daerah ini bergantung pada sektor pertanian. Mahyeldi yang menggandeng Audy Joinaldy, anak muda yang merupakan pengusaha sukses bidang pertanian dan peternakan memberi perhatian khusus pada pengembangan dua sektor ini di Sumatera Barat.

Mahyeldi tak mau tanggung-tanggung merasakan jerih para petani di daerah ini. Pada kesempatan lain, ketika berkunjung ke perkebunan kopi Nagari Situjuah, Kabupaten Limapuluh Kota, sosok buya itu turun langsung mengolah kopi.

Mahyeldi berkesempatan menanam bibit kopi di kebun milik Chairul Anwar. Ia juga ikut memanen biji kopi yang sudah matang. Mahyeldi tak canggung memanggul biji kopi dalam karung besar yang selesai dipetik. Biji kopi yang sudah matang dimasukan ke dalam mesin penyulingan untuk selanjutnya menjadi biji kopi yang siap dipasarkan.

Semua pekerjaan itu tak gampang. Mahyeldi sangat bersemangat mengerjakannya tahap demi tahap. Menurut Mahyeldi, kopi dari Nagari Situjuah sangat unik. Kopi di sini bisa panen kapan saja. Jadi, tak mengenal musim.

Karena itu, Mahyeldi sangat mendukung kopi menjadi produk unggulan Nagari Situjuah. "Ke depannya, kita akan menjadikan Nagari Situjuah land mark kopi," ujar Mahyeldi yang ikut menikmati seduhan kopi Situjuah yang nikmat. (Arr)