Satnarkoba Polres Labuhanbatu Tindaklanjuti Laporan Warga, Satu Keluarga Diamankan -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Satnarkoba Polres Labuhanbatu Tindaklanjuti Laporan Warga, Satu Keluarga Diamankan

Selasa, 24 November 2020
Kasat Narkoba, AKP Martualesi Sitepu saat memperlihatkan barang bukti penangkapan satu keluarga.


Labuhanbatu, fajarsumbar.com - Polres Labuhanbatu menindaklanjuti aduan masyarakat terkait peredaran narkoba di Kecamatan Panai Tengah dan Panai Hulu yang dilaporkan langsung oleh masyarakat kepada Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan,SIK.,MH melalui pesan whatsapp pada Rabu (18/11/ 2020).


Bunyi isi dari wa tersebut tampak terkesan urgent "kami mohon pak di kecamatan pane hulu narkoba masih menjamur, masyakarat udah resah,,udah di kasi informasi sama Kanit narkoba dan Kanit dari Polsek tapi sepertinya,,,,,,?????.


Tak hanya itu saja, pada (20/11/2020) kembali Kapolres Deni Kurniawan mendapat pesan Wa yang isi nya hampir sama "Ijin pk Kapolres.. peredaran narkoba di PANAI hulu semangkin menjamur, terhusus desa cinta makmur pk Kapolres, Polsek panai hulu Panai tengah seperti nya tidak serius dalam menangani peredaran narkoba yg semangkin menjamur di Panai Hulu, di duga terima mingguan dari sang bandar. Jadi kami mohon dan kami berharap kepada BPK Kapolres agar dapat menegas kan/memerintakan kan kepada anggota BPK agar bisa membasmi dan memberantas peredaran narkoba yg sedang menjamur di daerah kami  sampai ke akar-skar nya pk./trmks...."


Menanggapi hal itu, dalam waktu 3 hari pihak Polres pun langsung menindak lanjuti laporan tersebut, dan Sat Narkoba Polres Labuhanbatu segera melakukan penyelidikan pada Minggu (22/11/ 2020) sekitar pukul 15.00 Wib. 


Dipimpin langsung Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu bersama Kanit 1 IPDA Sarwedi Manurung, tim melakukan penggrebekan di sebuah rumah di dusun Sungai Dondong Desa Bagan Bilah Kecamatan Panai Hulu Tengah Kabupaten Labuhanbatu. Dari penggerebekan ini, tim berhasil mengamankan tiga orang di sebuah rumah yang tak lain adalah masih satu keluarga.


Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan, SIK MH melalui Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu, SH MH, Senin (23/11/2020) menjelaskan, diamankan seorang target operasi S alias Unying(37) dengan pekerjaan mocok mocok, seorang warga dusun Sungai Dondong Desa Bagan Bilah Kecamatan Panai Tengah Kabupaten Labuhanbatu dan istri nya EMW alias Wati(31) seorang ibu rumah tangga denga alamat KTP Dusun VII Desa Sungai Pinang Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu.


Suami istri ini, katanya, turut mengajak dan melibatkan adik dari Unying PP alias Yogo(19) yang seorang mocok warga dusun IV desa Meranti Faham Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu untuk menjalankan bisnis haram tersebut.


Dari Unying di amankan barang bukti satu bungkus plastik klip transparan berisi shabu brutto 6,03 gram,satu bungkus plastik klip kosong,dua buah handphone merk Android Vivo warna hitam dan nokia warna putih dan uang tunai Rp 230.000. Kemudian dari tangan istrinya Wati juga ditemukan tiga bungkus plastik klip transparan berisi shabu brutto 2 gram dan satu botol minyak rambut warna hitam.


Dari tangan Yogo di dapati tiga bungkus plastik klip transparan brutto 2,71 gram,satu buah botol minyak rambut warna biru,dua buah handphone merk android Vivo warna hitam dan samsung warna hitam.


"Maka total keseluruhan barang bukti ditemukan adalah 10,74 gram yang pada saat penggeledahan di dampingi oleh aparat desa, yang dalam hal ini bersama kepala dusun ditemukan barang bukti Unying di bawah tempat tidur kamarnya dan barang bukti Yogo ditemukan dibelakang dapur diselipan dikandang ayam dan barang bukti Wati ditemukan di dekat mesin air di sumur," katanya.


Ketika diintrogasi Wati mengaku mendapat sabu dari Unying dan barang bukti Yoga juga diperoleh dari Unying. Kemudian di telusuri bahwa Unying mendapat sabu dari B warga Ajamu Panai Tengah dengan cara memesan melalu handphone,namun ketika dilakukan kontak no handphone dimaksud sudah tidak aktif.


Dari hasil pemeriksaan tersangka Unying  mengakui sudah 3 bulan melakukan bisnis haram tersebut. Omzet penjualan S alias Unying sekitar 10 gr perminggunya, dengan keuntungan sekitar Rp. 3.000.000/minggu.

Unying juga mengakui bahwa bisnis haramnya dibantu oleh Wati dan Yogo.


AKP Martualesi menjelaskan bahwa tehadap S, EMW dan PP dipersangkakan pasal 114 ayat 2 subs 112 ayat 2 Jo 132 ayat 1 undang-undang No. 35 Tahun 2009."Yaitu dengan ancaman hukuman maksimal 20 Tahun penjara," ujarnya. (Randi)