Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Tangkap Pengedar Narkoba Kambuhan -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Tangkap Pengedar Narkoba Kambuhan

Kamis, 19 November 2020
Tersangka ketika diperiksa di Polres Labuhanbatu


Labusel, fajarsumbar.com - Berkat adanya informasi dari Gerakan Masyarakat Labuhanbatu Selatan Perangi Narkoba (GM-LSPN Satresnarkoba Polres Labuhanbatu berhasil menangkap pengedar narkoba kambuhan inisial ZT alias Zait (34) pada Rabu (18/11/2020) sekira pukul 12.00 Wib.


Penangkapan ini dipimpin oleh Kanit I Ipda Sarwedi Manurung beserta tim beberapa saat setelah terpantau menyerahkan sesuatu bungkusan kecil kepada seseorang  di pekarangan rumah tinggalnya yang berada di Kampung Banjar I Kelurahan Kota Pinang, Kecamatan Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.


Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan, SIK MH melalui Kasubag Humas AKP Murniati, Kamis (19/11/2020) menyebutkan, penangkapan ini berawal dari adanya informasi GM-LSPN kepada Polres Labuhanbatu. Selanjutnya, Kapolres AKBP Deni Kurniawan memerintahkan Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu dan personelnya untuk gerak cepat melakukan penyelidikan terkait info tersebut.


"Saat dilokasi, awalnya ZT berusaha melarikan diri, namun berhasil diringkus dengan barang bukti sabu seberat 7,14 gram bruto yang dikemas dalam 4 buah plastik klip," ujarnya.


Dari hasil pemeriksaan, kata Kasubag Humas, tersangka ZT ayah dua orang anak ini mengakui sudah 6 bulan melakukan bisnis haram tersebut. Omzet penjualan ZT sekitar 10 gr perminggunya, dengan keuntungan sekitar Rp2,5 juta/minggu.


ZT juga mengakui sudah kedua kali ini berhadapan dengan penegak hukum, dimana pada tahun 2018 dia ditangkap dengan perkara yang sama dan menjalani hukuman 2 tahun penjara.


"Tersangka ZT mengakui memperoleh barang haram tersebut dari seorang laki-laki bernama M dan sampai sekarang Satres Narkoba polres Labuhanbatu masih melakukan pengejaran dan pencarian terhadap M. ZT dipersangkakan pasal 114 ayat subs 112 ayat  undang-undang No. 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 Tahun penjara. (Randi)