Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Kembali Ungkap Peredaran Narkoba di Sei. Rombang -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Kembali Ungkap Peredaran Narkoba di Sei. Rombang

Jumat, 27 November 2020
Tersangka serta barang bukti.

Labuhanbatu, fajarsumbar.com - Personel Sat Narkoba Polres Labuhanbatu yang dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu,SH MH serta Kanit 2 IPDA Tito Alhafezt, STRK MH dan tim berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba di daerah Sei Berombang Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.


Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan, SIK MH melalui Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu, SH MH kepada awak media, Kamis (26/11/2020) menyebutkan, Kecamatan Panai Hilir menjadi skala prioritas kedua setelah Kabupaten Labusel dalam pemberantasan tindak pidana narkoba oleh Sat Narkoba Polres Labuhanbatu. Untuk daerah Sei Berombang sendiri, sudah ke 4 kalinya berhasil dilakukan grebek kampung narkoba.


Dijelaskan Kasat, adapun tersangka yang berhasil diamankan sebanyak 4 orang berinisial yang diawali penangkapan tsk JMU (Jenni Marta Ulina) als Jeni Perempuan 26 tahun,anak 1 dengan barang bukti 1 bungkus plastik klip diduga berisi sabu 0,43 Gr,1 buah sekop terbuat dari pipet,4 (empat) buah plastik klip kosong,1 buah toples dari pengkapan Jeni dikembangkan ke JN (Junaida) als Ida,Perempuan 46 th anak 4 dengan barang bukti 1 Plastik klip berisi kristal diduga sabu 0,21 Gr,30 Plastik klip kosong,1 buah sekop pipet,1 buah panci aluminium tempat menyimpan sabu,1 buah buku tulis catatan transaksi sabu,1 unit timbangan elektrik,1 unit hp nokia, 2 buah bong.


"Dari penangkapan Ida berkembang ke tersangka MS alias Sukur, (40) dengan barang bukti 1 bungkus plastik klip berisi diduga sabu 0,28 Gr,1 buah kotak rokok,1 buah buku catatan tranasaksi narkotika,selanjutnya dari Sukur dilakukan pengembangan dan berhasil menangkap AYS alias Dian (32) berhasil ditangkap dalam rumahnya saat tidur dengan barang bukti 1 unit HP Samsung dan 1 buah plastik klip kosong," katanya.


Adapun ke 4 tersangka, lanjut Kasat, adalah warga Sei Berombang yang dua orang yaitu bernama Sukur dan Diaj adalah residivis kasus yang sama pernah divonis 5 dan 1,5 tahun. Dari pemeriksaan Sukur mengaku mampu menjual 10 Gram sabu setiap dua hari dengan keuntungan 1,5 jt sementara Dian mengaku dalam sepekan 50 gram dengan keuntungan 2,5 jt 


"Untuk saat ini masih dilakukan pemeriksaan yang intensif terhadap Dian untuk dapat dikembangkan seterusnya. Para tsk dijerat dengan pasal 114 Sub 112 UU RI NO.35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," jelas Kasat. (Randi)