Tegangan Listrik Naik Tiba-tiba, Barang Elektronik dan Bola Lampu Rusak, Warga Padang Laring Menggerutu ke PLN -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Tegangan Listrik Naik Tiba-tiba, Barang Elektronik dan Bola Lampu Rusak, Warga Padang Laring Menggerutu ke PLN

Rabu, 25 November 2020
ilustrasi

Padang Laring, fajarsumbar.com - Tegangan listrik naik secara tiba-tiba, membuat barang elektronik dan bola lampu rumah warga Padang Laring, Kenagarian Aur Malintang Utara, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat rusak. Kejadiannya itu Rabu (25/11/2020) pagi.


Akibat kejadian tersebut warga Padang Laring menggerutu ke PLN wilayah Unit Aur Malintang, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Padang Pariaman. Sebab kejadian itu menurut mereka di luar kebiasaan, sehingga warga mengalami kerugian ratusan ribu rupiah.


Amri salah seorang warga Padang Laring menuturkan, awal kejadian aliran listrik mati mendadak. Berselang kemudian aliran listrik hidup, rupanya menjadi petaka bagi warga di terkhusus di Simpang Empat, Padang Laring bagian Selatan tepatnya simpang Surau Anduang Fatimah.


Tiba-tiba alat elektronik warga berupa televisi hangus, begitu juga dan beberapa lampu rumah menghitam. Diduga aliran listrik tegangannya mendadak naik sehingga menghancurkan puluhan bola lampu listrik warga. "Kami mengalami kerugian ratusan ribu rupiah," ujar Amri lagi.


Menurutnya lagi, di rumahnya sendiri empat bola lampu hangus, terkhusus lampu emergency. Satu lampu dibelinya harganya Rp80 ribu jika dikalikan empat, maka dia rugi dalam hari itu juga mencapai Rp320 ribu.


"Terus terang saya mengguru kepada PLN, mengapa hal ini bisa terjadi? ini jelas merugikan masyarakat Padang Laring," tambahnya lagi.


Informasi yang diterima media ini, ada satu rumah warga bola lampunya seluruhnya hangus akibat tegangan tinggi listrik tersebut. 


Hal itu dialami Koto Sibuih di rumahnya seluruh bola listriknya tidak bisa lagi digunakan karena mendadak menghitam karena ulah dari tegangan listrik tersebut. Ada satu unit televisi warga di Padang Laring juga hangus akibat kejadian tersebut.


"Kalau begini kepada siapa kita komplain, ini jelas merugikan warga," ujar warga lainnya.


Dari laporan warga, ada beberapa barang elektronik yang rusak. Warga juga sudah meminta kepala dusun untuk melakukan pendataan lebih lengkap.  Termasuk tingkat kerusakannya seperti apa. "Kami sudah sudah menelepon dan WA penanggungjawab PLN ranting Batu Basa, namun belum ada tanggapan,” sela warga lainnya.


Ketika hal itu dikonfirmasikan kepada penanggungjawab PLN di Aur Malintang dan sekitarnya, Aslon melalui telepon selulernya tidak diangkat, meski pun sudah beberapa kali dikontak. 


Sementara pesan WA yang dirimkan kepada yang bersangkutan, Rabu (25/11/2020) malam, Aslon membalasnya.


Menurut Aslon meningginya tegangan listrik itu tiba-tiba akibat kondisi cuaca hujan badai Rabu (25/11/2020) malam. Ada pohon tumbang kemudian menimpa kabel sehingga putus yang menyebabkan tegangan listrik naik. 


"Itu karena kondisi cuaca hujan badai td malam pak, ada pohon yg mengenai kabel shg putus yg menyebabkan tegangan naik," tulis Aslon.


Tapi pernyataan Aslon itu dibantah oleh warga Padang Laring, menurut warga tidak ada hujan badai pada malam tersebut, hanya hujan biasa saja. (ab)