Tumbuhkan Jiwa Nasionalisme Bertepatan Dengan Hari Pahlawan -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Tumbuhkan Jiwa Nasionalisme Bertepatan Dengan Hari Pahlawan

Selasa, 10 November 2020



Salatiga, fajarsumbar.com - Pelajar memiliki posisi strategis dalam membentuk dasar-dasar mental dan perilaku generasi muda bangsa. Usia seperti ini tentunya sangat penting diberikan bekal wawasan kebangsaan yang memadai untuk mewarnai perjalanannya meraih cita-cita dimasa yang akan datang. Dengan alasan tersebut, siswa siswi MAN juga perlu diberi materi tentang wawasan kebangsaan.  Selasa (10/11)


Untuk itulah bertepatan dengan hari pahlawan ini Babinsa memberikan wawasan kebangsaan kepada beberapa siswa agar kembali mengingat pahlawan yang telah berjuang untuk memerdekakan bangsa ini, salah satu Babinsa tersebut adalah Serka Abdilah.

"Sesuai dengan levelnya, tentu pemberian wawasan tersebut harus disesuaikan dengan keadaan usia. Sehingga bisa mudah dicerna, dipahami dan dimengerti untuk dilaksanakan dalam kehidupan," kata Babinsa Koramil 01/Kota Serka Abdillah.L disela pemberian materi kepada siswa di Madrasah Aliyah Negeri Kelurahan Sidorejolor Salatiga.

Serka Abdillah mengatakan, pemberian pembekalan wawasan kebangsaan kepada siswa-siswi MAN materinya disesuaikan dengan daya tangkap. Yaitu dengan pola mengajak kembali untuk mengingat nama-nama para pahlawan nasional serta perjuangannya,apalagi bertepatan hari ini memperingati Hari Pahlawan Nasional

"Selain itu bisa juga dengan menyanyikan lagu-lagu nasional, penanaman nilai-nilai saling menghormati, kesetiakawanan, dan sopan santun," jelasnya

Dengan penyampaian materi kebangsaan, diharapkan tumbuh rasa bela negara, rasa cinta Tanah Air dan berwawasan kebangsaan. Nantinya, siswa dapat menjadi generasi yang berkompeten dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia berpesan kepada siswa-siswi agar selalu rajin belajar, berlaku sopan kepada orang tua, guru dan kepada siapapun juga.

"Saya minta kepada para siswa untuk mengurangi waktu bermain. Waktunya digantikan pada kegiatan-kegiatan yang bermanfaat antara lain mengaji, belajar sore dan membantu orang tua," ujarnya.(Pendim 0714/m@s)