Tunggu Pembeli, Pria Ini Ditangkap Satres Narkoba Polres Labuhanbatu -->

IKLAN-UT-TAYANG-16-NOVEMBER-2020

iklan halaman depan

Tunggu Pembeli, Pria Ini Ditangkap Satres Narkoba Polres Labuhanbatu

Kamis, 12 November 2020
MS alias Ahmad saat di introgasi kepolisian polres Labuhanbatu

Labuhanbatu, fajarsumbar.com - Satres Narkoba Polres Labuhanbatu berhasil menangkap satu pengedar narkotika jenis sabu di sebuah Pondok Tangkahan Pasir Bang Sembiring yang berada di Desa Pangkatan, Kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhanbatu, Senin (9/11/2020).


Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan, SIK MH melalui Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu, SH MH, Kamis (12/11/2020) membenarkan personel Satres Narkoba berhasil melakukan penangkapan terhadap M Syukur alias Ahmad (30) warga Dusun I Desa Sidorukun Kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhanbatu.


Menurut Kasat, Ahmad diamankan di sebuah pondok tangkahan tersebut saat sedang menunggu pembeli yang akan belanja membeli sabu.


Kasat melanjutkan dari pengakuan tersangka kalau dirinya bekerja sebagai tukang muat pasir ditangkahan pasir tersebut.


"Pada saat dilakukan penangkapan team menyita barang bukti berupa 14 plastik klip berisi butiran kristal diduga narkotika jenis sabu seberat 2,14 Gram Netto, 1 bungkus plastik klip kosong belum terpakai,1 unit timbangan elektrik silver dan 1 unit HP Samsung putih," sebut Kasat.


Penangkapan ini, lanjutnya, berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan personel Satnarkoba, bahwa sudah hampir seminggu dilakukan pengintaian. Dari pemeriksaan pelaku mengaku sudah 4 bulan lebih mengedarkan sabu yaitu narkotika golongan 1 bukan tanaman.


Ttransaksi yang dia lakukan setiap minggu 15 Gram dengan keuntungan sebesar Rp4 juta perminggunya dan apabila sabu tersebut habis terjual maka Ahmad memesan kembali sabu dari seorang laki-laki yang berinisial D (35), warga Dusun Blok Songo Desa Sisumut, Kecamatan Kota Pinang Kabupaten Labusel/


Selanjutnya terhadap tersangka ini telah dilakukan pengembangan dengan memancing D namun sampai saat ini HP-nya tidak aktif sehingga masih dilakukan penyelidikan.


"Tersangka dijerat dengan pasal 114 Sub 112 UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," jelasnya. (Randi)