10 Camat se-Kabupaten Merangin Belajar ke Kecamatan Tanjung Raya -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

10 Camat se-Kabupaten Merangin Belajar ke Kecamatan Tanjung Raya

Sabtu, 19 Desember 2020
Foto bersama


Maninjau, fajarsumbar.com - Pemerintahan Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Jumat (18/12). Mendapat kunjungan 10 orang Camat beserta Ketua Tim penggerak PKK dari Kabupaten Merangin, Propinsi Jambi. Kehadiran rombongan tersebut disambut langsung Camat Tanjung Raya, Handria Asmi 


"Rombongan camat dari Provinsi tetangga tersebut ingin belajar banyak tentang beragam inovasi yang telah kita lakukan," terang Camat Tanjung Raya, Handria Asmi, Jumat (18/12).


Ia menambahkan, meski kedatangan  rombongan tergolong mendadak, tidak membuat diri dan jajarannya keteteran. Pasalnya, kebutuhan dan persiapan dalam menghadapi sesuatu hal darurat, selalu dipersiapkan. Apalagi Kecamatan Tanjung Raya salah satu daerah rawan bencana alam. Sehingga terbiasa terlatih dalam segala situasi dan kondisi. 


"Kami memilih Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam ini. Karena kami melihat banyak terobosan inovasi dan kreatif yang telah dilakukan. Apalagi stuktur geografis alam dan wilayah Tanjung Raya, hampir sama dengan Kabupaten Merangin. Daerah dipenuhi danau, Atas dasar itu kami datang sekaligus ingin belajar," ungkap Ahoi AS, Ketua Tim Rombongan Camat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. 


Salah satu inovasi yang menarik dan patut dicontoh, seperti Inovasi Pelayanan berbasis Online atau IT. "Hal ini jelas memudahkan pelayanan kepada masyarakat terkait pengurusan administrasi. Selain itu juga membantu pemberdayaan masyarakat dan kelompok pemuda. Terobosan pemberdayaan inilah yang akan mempercepat pembangunan sumber daya manusia dan pembangunan infrastuktur nantinya," ungkap Ahoi.


Dapat kita pahami, tuturnya. Bidang pemberdayaan selain pelayanan adalah penentu kesuksesan segala pembangunan. "Jika sumber daya manusia atau kesadaran kepedulian masyarakat untuk ikut serta peduli dengan ikhlas berperan aktif, maka segala terobosan dan pembangunan akan semakin mudah terlaksana dengan baik. Sebaliknya, jika kesadaran masyarakat membantu pemerintah lemah, maka segala pembangunan fisik akan menjadi sia-sia. Karena kegiatan menjaga dan merawat bangunan fisik lemah," ulasnya. 


Ahoi juga kagum dengan percepatan pembangunan yang terjadi di Kabupaten Agam dan Provinsi Sumatera Barat beberapa tahun belakangan. "Sekitar tahun 2000-an, saya juga pernah berkunjung ke sini. Tapi belum ada Linggai Park, Masjid Raya Sumatera Barat, Lawang Park dan Lereng Singgalang Sejuta Jenjang. Hari ini kami ke sini telah bisa menikmati pembangunan destinasi wisata baru ini," ujarnya. (Yanto)