283 Siswa SMKN I Solsel akan Laksanakan Prakerin -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

283 Siswa SMKN I Solsel akan Laksanakan Prakerin

Sabtu, 12 Desember 2020
Kepala sekolah SMKN I Solsel Efrisol saat memaparkan tugas PKL dihadapan wali murid.


Solsel, fajarsumbar.com - Sebanyak 283 siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Solok Selatan (Solsel), Sumatera Barat (Sumbar) akan melaksanakan praktek kerja industri (Prakerin).


Dari 283 orang itu terdiri dari, 153 orang gelombang pertama dan gelombang kedua sebanyak 130 orang. Gelombang pertama 7 Jan sampai 31 Maret 2021, gelombang kedua 1 April sampai 30 Juni 2021.


Kepala SMK1 Solok Selatan Efrisol menyebutkan, Prakerin itu wajib bagi siswa sekolah tingkat kejuruan. SMK banyak prakteknya pada tiori, siswa SMK menjelang tamat sekolah wajib uji kompetensi keahlian.


Tujuannya untuk memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengenang dunia industri dan dunia usaha, tanda keseriusan pemerintah untuk memberikan peluang kepada tamatan SMK. Dunia usaha itu wajib menerima siswa siswi untuk praktek kerja ditempat usahanya. Siswa yang prakerin akan diasuransikan.


Menurutnya, tujuan prakter itu ada lima metode, memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengetahui tentang dunia kerja. Menjadi media pengaplikasian dari pembelajaran yang diperoleh dari sekolah untuk ditempatkan didunia usaha. 


Meningkatkan hubungan kerja sama anatara pihak swkokah dengan instansi terkait. Memperoleh wawasan tentang dunia usaha atau dunia kerja. Dapat memahami konsep non akademis seperti etika kerja, propesionalitas kerja, disiplin kerja.


"Kami pihak sekolah kecewa jika anak anak tamatan SMK saat ditanya apa kerja sekarang, lalu dijawab belum ada pak kami kecewa pertanda kami belum berhasilembina mereka sejak disekolah, inilah yang tidak kami inginkan," ujarnya.


Sementara itu, Ketua Badan Pengawas SMK Sumatera Barat Dra Hj.Selmi menyebutkan, dimasa pandemi ini Proses  Belajar Mengajar (PBM) jauh berbeda dari yang biasanya. Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mengawasi anaknya belajar di rumah, pemerintah mempersiapkan sarana prasaran untuk belajar.


Tidak semua kompetensi yang dimiliki oleh anak anak disaat pandemi Covid-19 ini, kecuali nanti jika keadaan sudah normal.


Untuk Praktek Kerja Industri susunlah komptensi yang dimiliki anak untuk praktek di lapangan, selama ini itulah yang sangat kurang, makanya tim harus menyiapkan hal itu.


Anak anak yang sudah tamat dari SMK namun belum memiliki pekerjaan harus didata oleh pihak sekolah, dengan anak anak itu harus pula menemui sekolah nanti pihak pengawas akan mendata dan mencarikan solusinya. (Abg)