APBD Solok Selatan Langsung Dirasakan Masyarakat Jika Programnya Berjalan Sesuai Aturan -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

APBD Solok Selatan Langsung Dirasakan Masyarakat Jika Programnya Berjalan Sesuai Aturan

Selasa, 01 Desember 2020

Ketua DPRD Solsel Zigo Rolanda


Solsel, fajarsumbar.com - Ketua DPRD Solok Selatan Zigo Rolanda, selaku Ketua Tim Pemenangan Paslon yang diusung partai Golkar itu mengungkapkan dan menjelaskan cara agar masyarakat bisa merasakan langsung Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Solok Selatan melalui program sesuai visi misi kandidat yang diusungnya.


"Sudah saatnya Solsel mempunyai terobosan dengan cara yang luar biasa, jika cara biasa sudah sama dirasakan selama ini," kata Zigo saat diwawancarai fajarsumbar.com, Selasa (1/12/2020).


Zigo mengatakan hal itu bisa diimplementasikan melalui program visi dan misi paslon Bupati dan Wakil Bupati Solsel KY. Diantaranya, program stimulan sapi dan melalui program satu ekskavator tiap kecamatan. 


"APBD Solsel harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sekitar 55 persen masyarakat Solsel berprofesi sebagai petani atau sekitar 25 ribu Kepala Keluarga (KK) merupakan profesi sektor pertanian, perkebunan dan peternakan," ucapnya.


Menurutnya, dengan estimasi harga per-ekor sapi sekitar Rp12 juta dikalikan dengan jumlah 25 ribu KK di Solsel, maka membutuhkan anggaran sekitar Rp300 miliar. "Nah, jika Rp300 miliar anggaran diprioritaskan untuk sapi maka hasilnya dibagi 5 tahun kepemimpinan, sehingga hanya membutuhkan dana APBD sekitar Rp60 miliar/tahun. Ini logis apalagi Partai Golkar Sumbar yang dipimpin Pak Khairunas memiliki kekuatan politik di tingkat provinsi dan nasional," bebernya.


Pihaknya, menyebutkan Solsel bisa menjadi sentra produksi daging sapi jika program ini diberikan kepada para petani di Solsel. "Indonesia membutuhkan 33 juta ekor sapi tiap tahun, sedangkan negara kita hanya mampu memenuhi pasokan sekitar 18 juta ekor/tahun. Dan sisanya sekitar 15 juta ekor sapi adalah impor dari luar negeri. Pangsa ini merupakan sisi bisnis yang kita kejar," ujarnya.


Hasil dari satu program stimulan sapi ini saja, imbuhnya akan berdampak terhadap geliat perekonomian, terutama sektor perdagangan, pariwisata, kesehatan dan sektor pendidikan yang maju.


"Kami juga akan wujudkan program kesehatan gratis dan pendidikan gratis untuk masyarakat Solsel. Apalagi dengan dukungan kekuatan politik yang cukup baik di tingkat Provinsi Sumbar maupun di kancah nasional," bebernya


Disamping itu, untuk membangun Solsel dibutuhkan strategi yang akan mampu meraih anggaran-anggaran terpusat untuk dimanfaatkan di kabupaten.


"Apabila mutu sumberdaya manusia dan perekonomian masyarakat Solsel meningkat. Maka, dampaknya juga akan melahirkan pemimpin berkualitas. Dalam hegemoni kepemimpinan di Solsel nantinya, tidak ada lagi masyarakat yang mau memilih pemimpin berdasarkan uang, tapi memilih berdasarkan sumberdaya manusianya," tutupnya. (Abg)