Bank Sampah Liberti Menjadi Mitra Pengabdian Unand -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Bank Sampah Liberti Menjadi Mitra Pengabdian Unand

Senin, 21 Desember 2020
Foto bersama


Oleh Muhammad Khairi Wijaya, SE


Pengelolaan sampah masih menjadi masalah aktual seiring dengan meningkatnya angka pertumbuhan penduduk dan arus urbanisasi yang berdampak pada bertambahnya volume sampah yang dihasilkan. 


Pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya menjadi kebiasaan masyarakat walaupun itu akhirnya menjadi penyebab kerusakan lingkungan dan ketidaknyamanan masyarakat itu sendiri. Padahal tempat sampah tersebut telah tersedia ditempat umum seperti di jalanan, sekolah, taman dan di tempat lainnya. 


Untuk itu diperlukan suatu pola kegiatan dalam meminimalisir timbunan sampah melalui kegiatan pembatasan timbulan sampah, pendauran ulang dan pemanfaatan kembali sampah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Reduce, Reuse dan Recycle (3R). 


Di Kelurahan Padang Tinggi Piliang, khususnya menyangkut sampah plastik yang tidak diolah dan bisa mencemari lingkungan sudah mulai menjadi perhatian bagi sekelompok masyarakat terhadap pengolahan sampah yang cukup banyak dan sudah mulai mengganggu keberadaaannya. Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup, mendorong kelompok ini untuk mendirikan Bank Sampah Liberti. 


Namun dalam pelaksanaan program, Bank Sampah Liberti masih terdapat banyak kendala yang ditemukan. Permasalahan utama yang dirasakan adalah masih banyak masyarakat yang tidak tau memilah sampah organik dan anorganik serta pemasaran produk bank sampah yang masih terbatas.


Demi mengatasi permasalahan tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas Mengadakan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Skim Program Kemitraan Masyarakat Membantu Usaha Berkembang.


Tim yang terdiri dari Ranny Fitriana Faisal, BPM., MHRM., Musbatiq Srivani, SE., Akt., MA., MSE dan Hilma Raimona Zadry, ST., M.Eng., Ph.D yang menyatakan dengan diadakannya kegiatan ini dapat mengembangkan usaha Bank Sampah LIBERTI menjadi Bank Sampah yang multi guna dan berdaya saing pada tahun 2024. 


Persoalan utama yang dihadapi oleh mitra adalah aspek pemasaran. Aspek pemasaran masih menjadi kendala yang paling dominan di Bank Sampah Liberti apalagi semenjak adanya pandemi Covid-19.


Pemasaran masih menggunakan cara-cara dan metode konvensional yaitu offline store. Untuk itu Universitas Andalas mencoba membantu para pelaku Bank Sampah dalam melakukan pendampingan dalam aspek manajerial, seperti  pemasaran, paten merek,  SDM, operasional, keuangan,  informasi, pengembangan inovasi produk dan teknologi.


“Metode yang dipakai untuk setiap kegiatan adalah kombinasi dari pendampingan dan konsultasi bisnis, pelatihan, dan praktek. Tahapan pelaksanaan dimulai dari persiapan kegiatan, pelaksanaan serta monitoring dan evaluasi yang diadakan rutin setiap tahun.” Ujar Ranny Fitriana Faisal, selaku ketua tim pengabdi.


Sementara itu, Rahmanida, Ketua pengelola Bank Sampah Liberti mengatakan sangat bersyukur atas dilibatkan dalam kegiatan ini. “Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak UNAND yang telah memilih Bank Sampah Liberti  sebagai tempat diadakannya pendampingan terhadap anggota kami,” ujarnya.


 “Adanya program ini kami berharap Bank Sampah Liberti  dapat membenahi diri dan memperbaiki sistem manajerial usaha serta menjadi sarana dan wadah bagi edukasi tentang kesadaran lingkungan di Kelurahan Padang Tinggi Piliang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh. (***)