Belajar Tatap Muka Dimulai Januari 2021, Diminta Patuh 3M -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Belajar Tatap Muka Dimulai Januari 2021, Diminta Patuh 3M

Rabu, 16 Desember 2020

ilustrasi


Jakarta, fajarsumbar.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan membuka kembali kegiatan pembelajaran secara tatap muka di sekolah dalam kondisi pandemi Covid-19 mulai Januari 2021.


Pesantren merupakan salah satu sekolah yang juga akan dibuka sehingga didorong untuk menerapkan protokol kesehatan. 


Hal tersebut dikemukakan oleh Direktur Mitigasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jhony Sumbung saat melakukan rapat kerja dengan DPR RI di Batam, Kepulauan Riau, Senin (14/12/2020).


"Kalau pesantren mulai melakukan pendidikan, mohon protokol kesehatan diterapkan dengan ketat. Jangan sampai muncul kluster baru di pesantren," kata Jhony dikutip dari laman resmi BNPB sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Protokol kesehatan yang sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional atau #SatgasCovid19 adalah perilaku 3M yang terdiri dari perilaku memakai masker, menjaga jarak aman dan mencuci tangan dengan sabun.


Dia mengingatkan pengelola pesantren untuk memberikan masker kepada para santri dan rutin memeriksa kesehatan para santri untuk mencegah lebih awal jika ada yang sakit.


"Kami meminta pengurus memperhatikan protokol kesehatan dan segera menghubungi petugas terkait jika ditemukan ada anak didik yang sakit. Hal ini wajib agar bisa menjamin anak didik yang mengikuti pendidikan tatap muka dan guru serta pengurus pesantren tetap sehat," tambahnya.


Sementara itu, Kepulauan Riau merupakan salah satu provinsi dengan catatan kasus Covid-19 yang cukup menjadi perhatian.


Pada kunjungan tersebut, Jhony yang mewakili BNPB memberikan logistik pencegahan Covid-19 berupa Panbio Swab antigen sebanyak 10.000 tes, masker KF-94 sebanyak 1.000 buah, dan masker kain sebanyak 1.000 buah untuk diserahkan kepada pondok pesantren dan madrasah melalui Kakanwil Kemenag Provinsi Kepulauan Riau.


Selain itu, BNPB juga memberikan logistik pencegahan Covid-19 kepada Pemerintah Kota Batam berupa rapid antigen sebanyak 2.000 tes, masker kain 2.000 lembar, face shield 1.000 buah, sarung tangan 1.000 buah, shoes cover 1.000 buah dan disposal mask sebanyak 1.000 buah. (*)