BPJS Ketenagakerjaan Padang Kembali Teken MoU dengan Sejumlah Pelayanan Kesehatan di Sumbar -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

BPJS Ketenagakerjaan Padang Kembali Teken MoU dengan Sejumlah Pelayanan Kesehatan di Sumbar

Kamis, 17 Desember 2020
ilustrasi


Padang, fajarSumbar.com Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Padang, kembali melakukan penandatangan perpanjangan kerjasama antara Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) dengan sejumlah tempat pelayanan kesehatan.


Penanda tanganan kerjsama dengan 105 tempat pelayanan kesehatan tersebut, hanya yang termasuk dalam wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang, yakni selain Kota Padang, juga Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Kepulauan Mentawai.


Hal tersebut, diungkapkan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang Yuniman Lubis, didampingi Kabid umum Zainuddin Sitorus kepada fajarsumbar. com, usai penandatanganan perpanjangan kerjasama antara PLKK dengan sejumlah Puskesmas dan Klinik Kesehatan di Grand Zuri Padang, Kamis, (17/12/2020).


Menurutnya, penandatanganan kerjasama antara PLKK BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang dan Gathering PLKK tahun 2020 itu, gelombang kedua, juga dilakukan dengan pihak Rumah Sakit di tempat yang sama, Jumat, (18/12/2020).


Kegiatan yang merupakan tindak lanjut ini, sehubungan telah berakhirnya kerjasama antara PPLK BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang dengan tempat- tempat pelayanan kesehatan Tahun 2020.


Kegiatan perpanjangan penandatanganan kerjasama Tahun 2021 ini, sebut Yuniman, memang sengaja digelar selama 2 hari, guna mematuhi protokol kesehatan dan mengurangi kerumunan serta mengantisipasi penyebaran Covid- 19.


Upaya kerjasama antara PLKK BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang dengan tempat pelayanan kesehatan itu, dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi peserta BPJS Ketenagaankerjaan yang mengalami kecelakaan kerja.


Pekerja yang mendapat pelayanan kesehatan akibat kecelakaan kerja, ungkap Yuliman, tidak lagi dipungut biaya, namun yang bisa bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan, sedangkan biaya pengobatannya, akan ditagih oleh Rumah Sakit atau Puskesmas ke BPJS Ketenagakerjaan.


Pekerja yang bisa mendapat pelayanan kesehatan melalalui tempat pelayanan kesehatan akibat kecelakaan kerja itu, namun tenaga kerja yang masih aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakejaan.


Yuniman menjelaskan, kini lebih kurang 65 rumah sakit, Puskesmas dan Klinik Kesehatan yang telah melakukan kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang, dengan jumlah peserta lebih kurang 200 ribu orang dari berbagai sekmen, sedangkan di Sumatera Barat sekitar 430 ribu orang.


Perusahaan selaku pemberi kerja berkewajiban memberikan perlindungan dan jaminan kesehatan terhadap orang yang dipekerjakan, baik ketika mengalami kecelakaan kerja maupun kematian. (Rony Dz)