Bukittinggi Rayakan Hari Ulang Tahun ke-236 dengan Rapat Paripurna Istimewa -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Bukittinggi Rayakan Hari Ulang Tahun ke-236 dengan Rapat Paripurna Istimewa

Selasa, 22 Desember 2020

Sidang paripurna istimewa merayakan HUT Kota Bukittinggi ke-236, Selasa (22/12/2020).


Bukittinggi, fajarsumbar.com - Hari jadi Kota Bukittinggi ke-236, Selasa (22/12.20) diisi dengan rapat paripurna istimewa DPRD di Balai Sidang Bung Hatta. Dalam acara tersebut, selain dihadiri Forkopimda, beberapa tokoh nasional dan daerah serta tamu undangan dari beberapa daerah, termasuk para ninik mamak dan bundo kanduang daerah Kurai.


Terlihat hadir Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias Gubernur Sumatera Barat Ketua DPRD beserta anggota DPRD, Kepala SKPD Kota Bukittinggi  dan lainnya.


Peringatan HUT Kota Bukittinggi ke-236 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, disebabkan wabah Covid-19, sehingga tidak ada acara  lomba-lomba dan selalu mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai Covid-19.


Ramlan Nurmatias pada kesempatan itu menyampai visi dan misi yang telah dicapai selama memimpin Bukittinggi selama lima tahun. Untuk jangka pendek diawal pemerintahannya, memperbaiki sumber dana untuk APBD, disamping membuat inovasi berbagai objek wisata dan memperbaiki sistim bayar tunai dengan uang elektronik.


Kemudian membangun pasilitas pendidikan sekolah-sekolah yang bangunannya sudah mulai lapuk dibangun baru lengkap dengan mushala yang presentatif, karena pendidikan adalah aset pemerintah Bukittingg dengan cara meningkatkan SDM warganya yang dapat bersaing diera globalisasi.


Bidang ekonomi mulai dibenahi, sebab Bukittinggi tidak punya sumber daya alam (SDA) perdagangan menjadi andalan masyarakat Bukittinggi. Dengan diopersasinya Pasa Ateh telah membantu masyarakat, terutama pedagang yang selama ini mengontrak, sekarang sudah dapat menyewa langsung kepada pemerintah sama dengan pedagang pemilik kartu kuning selama ini.


Sementara bidang kesehatan, ini program yang sangat dibutuhkan masyarakat Bukittinggi. Mungkin ada yang belum paham dan mempertanyakan untuk apa dibangun RSUD? Sementara rumah sakit telah banyak.


Hal ini yang perlu diketahui masyarakat bahwa, Rumah Sakit Stroke Nasional adalah milik Pemerintah Pusat, RS Achmad Mochtar milik Perintah Provinsi Sumbar, RS tipe C sebagai rujukan RS Yarsi, RS TNI dan RS Madina bukan milik Pemda Bukittinggi.


Dengan memiliki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bukittinggi Tipe C, sebagai RS rujukan dari Puskesmas dan bentuk pelayanan kepada masyarakat Bukittinggi dengan berobat gratis sekaligus juga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke depannya.


Ditambahkan Ramlan bahwa, masa pengabdiannya akan berakhir pada 17 Pebruari 2021, dalam kesempatan ini menyampaikan kepada masyarakat seandainya selama memimpin Bukittinggi, ada pelayanan yang tidak dapat memberi rasa puas kepada semua pihak, sebagai manusia tentu tidak ada yang sempurna, untuk itu mohon dimaafkan. (gus)