Heboh Masalah LPPDK Paslon, Begini Penjelasan Ketua KPU Sijunjung -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Heboh Masalah LPPDK Paslon, Begini Penjelasan Ketua KPU Sijunjung

Minggu, 13 Desember 2020
Suasana jumpa pers di KPU Sijunjung, Minggu (13/12/2020).



Sijunjung,fajarsumbar.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sijunjung gelar jumpa pers dengan awak media terkait gunjang ganjing dalam proses pilkada di Sijunjung yang dilaksanakan secara serentak, Rabu (9/12/2020) lalu.


Jumpa pers itu sekaligus meluruskan isu-isu yang tidak sedab berkembang, terutama di media sosial Facebook (FB). Mulai dari surat suara yang rusak, foto calon yang kabur dan terkait soal Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) salah satu pasangan calon (paslon) tak masuk dalam sistem Sirekap.


Menurut Ketua KPU Sijunjung, Lindo Karsyah semua tahapan pilkada di Sijunjung telah berjalan dengan makanisme yang ada dan telah melaksanakan sesuai dengan ketentuan yang ada. "Semuanya itu ada mekanismenya," jelas Ketua KPU Sijunjung Lindo Karsyah di hadapan sejumlah awak media, Minggu (13/12/2020).


Menurut Lindo lagi yang didampingi Gunawan S.P, Ketua Divisi Tekhnis Penyelenggaraan, setiap tindakan yang dilakukan KPU telah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu), Kabupaten Sijunjung.


Sementara itu Kapolres Sijunjung AKBP Andry Kurniawan. SIK MH mengatakan, pilkada serentak 2020 di Kabupaten Sijunjung secara umum sampai hari ini berjalan lancar, tertib, aman, dan kondusif. 


Menurut Kapolres, proses demokrasi ini dimulai dengan aman tentunya diharapkan akhirnya dengan aman juga, kerena ini sebuah pesta demokrasi tentunya ini berjalan dengan baik dan bahagia, karena dalam perhelatan ini ada proses pemilihan tentu ada yang menang dan kalah.


Itupun hal yang biasa, jika ada yang merasa tidak ada yang sesuai dengan prosedur tempuh jalur hukum sesui dengan aturan yang ada.


"Tidak perlu kita ribut ribut atau ricuh yang akan berdampak merugikan masyarakat banyak, untuk itu mari kita sukseskan pemilu kada badunsaka dengan baik," jelas Kapolres. 


Menurut Kapolres, pemungutan suara pilkada serentak 2020 pada Rabu 9 Desember 2020 kemarin boleh di katakan aman, meskipun ada riak riak kecil.


"Kelancaran proses pemungutan suara ini terjadi karena adanya sinergitas dan kerjasama dari semua pihak di Kabupaten Sijunjung," ujarnya.


Sebagaimana diketahui, hasil pilkada Sijunjung tersebut diprotes empat para paslon yang merasa dirugikan. Mereka memprotes adanya Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) salah satu paslon tak masuk aplikasi sistem dana kampanye.


Empat Paslon Bupati/Wakil Bupati Sijunjung mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu Sijunjung, Sumatera Barat, Jumat (11/12/220).


Ke-Empat Paslon itu terdiri dari Paslon nomor urut 1 Ashelfine-Sarikal diwakili Ashelfine, Paslon nomor urut 2 Endre Saiful-Nasrul diwakili LO Reza Perkasa, Paslon nomor urut 4, Arrival Boy-Mendro Suarman dan Paslon nomor urut 5 Hendri Susanto-Indra Gunalan.


Sebab, menurut empat Paslon itu, hingga pukul 00.00 WIB (sesuai jadwal yang ditetapkan) pendaftaran salah satu Paslon belum masuk data LPPDKnya di sistem aplikasi pelaporan LPPDK.


Sebab, menurut empat Paslon itu, hingga pukul 00.00 WIB pendaftaran salah satu Paslon belum masuk data LPPDKnya di sistem aplikasi pelaporan LPPDK.


Sebagaimana diketahui juga, pilkada sijunjung diikuti 5 paslon, berdasarkan penghitungan sementara, pilkada Kabupaten Sijunjung itu dimenangi oleh paslon Benny Dwifa-Iraddatillah. (def)