Kalapas Bukittinggi Bersilaturrahmi dengan PWI -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Kalapas Bukittinggi Bersilaturrahmi dengan PWI

Kamis, 17 Desember 2020
Silaturrahmi Kalapas Klas II A Bukittinggi dengan PWI Bukittinggi.


Bukittinggi, fajarsumbar.com-  Lembaga Pemasarakat Klas II A Bukittinggi bersilaturrahmi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bukittinggi Kamis (17/12/2020).


Ketua PWI Bukitttinggi Anasrul menyampaikan selamat datang kepada Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas II A  Bukittinggi Marten beserta jajaran di Sekretariat PWI di Belakang Balok Bukittinggi.


Dalam penyampaiannya Anasrul mengatakan kondisi PWI sekarang ini beranggota 52 orang, Kantor Sekretariat ini dipinjam pakai oleh Kodim 0304/Agam, meja sumbangan dari Pemko Bukittinggi, sementara muebel  (Kursi tamu)  adalah sumbangan dari Kalapas Bukittinggi , ujarnya.


Ditempat yang sama Kalapes Bukittinggi Marten didampingi jajaran beserta Ketua PWI menyampaikan kepada wartawan bahwa, Lapas dibangun  oleh Belanda Tahun 1868, dan dipindahkan ke Biaro tahun 2012.


Semenjak menjabat Kalapas Biaro, telah melakukan terobosan meningkatkan pembinaan usaha kemandirian. Seperti memproduksi muebel yang salah satu yang disumbangkan ke Sekretariat PWI Bukittinggi.


Kemudian memamfaatan lahan untuk pertanian yang cukup berhasil dengan panen bawang, ubi dan sayur-sayuran,  ditambah peternakan bebek potong, dan bengkel las.


Semua kegiatan pembinaan usaha kemandirian,  sangat membantu warga binaan setelah selesai menjalani hukuman dan kembali memasuki kehidupan ditengah masyarakat, ujarnya.


Lebih lanjut kata Marten, jumlah narapidana di Lapas klaa II A Bukittinggi berjumlah lebih kurang 682 orang dan mendapat asimilasi Covid-19 sebanyak 121 orang dalam kurun waktu April sampai 31 Desember 2020.


Narapidana yang tidak mendapat asimilasi, kasus korupsi, teroris, organisasi terorganisir, narkoba hukuman diatas 5 tahun sesuai Permen Kum Ham no 10 Tahun 2020.


Ditambahkannya mulai Tahun 2020 ini, Lapas Klas II A Bukittinggi Biaro, sudah bersih dari pungli terhadap anggota binaan.


Contoh seperti untuk mendapatkan remisi, ingin mendapatkan info kapan dibebaskan. Sekarang sudah dimudahkan, hanya dengan memasukan jempol tangan, informasi tersebut dapat dilihat, ungkapnya.(gus)