Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Musnahkan Barang Bukti Narkotika -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Musnahkan Barang Bukti Narkotika

Kamis, 31 Desember 2020
Kajari Labuhanbatu, Kumaedi SH saat memusnahkan barang bukti narkotika bersama para Kasi.


Labuhanbatu, fajarsumbar.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu memusnahkan barang bukti Narkotika jenis ganja, sabu - sabu dan ekstasi, Rabu, (30/12) di halaman kantor Kejari setempat.


Barang haram dengan berat 17.937 gram itu dimusnahkan oleh Kepala Kejaksaan Labuhanbatu, Kumaidi, SH bersama sejumlah Kepala Seksi (Kasi).


Kumaidi menjelaskan barang bukti Narkotika diantaranya jenis ganja seberat 16.826 gram, sabu - sabu seberat 1070,32 gram dan ekstasi seberat 41,17 gram tersebut merupakan hasil penyisihan barang bukti dari Polres Labuhanbatu.


Barang bukti tersebut adalah barang bukti sitaan kejahatan selama tiga tahun belakangan ini terhitung dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2019.


"Dimana barang bukti Narkotika yang dimusnahkan ini adalah hasil penyisihan dari laboratorium Polda Sumut yang diserahkan oleh penyidik Satresnarkoba Polres Labuhanbatu dan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap," kata Kumaidi.


Selain itu, dalam kesempatannya Kumaidi membeberkan beberapa pencapaian hasil kerja Kejari Labuhanbatu  mulai dari Pidana Khusus (Pidsus), Pidana Umum (Pidum) dan Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) selama tahun 2020 ini.


Mulai dari Pidana Khusus, Kumaidi menjelaskan bahwa Kejaksaan Negeri Labuhanbatu telah menyeret tiga tersangka dalam kasus Dana Bagi Hasil Labuhanbatu Utara tahun 2019 dan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) dinas Perkim Labuhanbatu dengan dua orang tersangka.


Selain itu ada juga kasus OTT di Puskesmas Perlayuan dengan tiga orang tersangka dan tengah melakukan penyidikan dalam kasus korupsi Dana Desa oleh Kepala Desa Bulungihit dan Halimbe, Kabupaten Labuhanbatu Utara dan akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor.


"Untuk kasus Korupsi Dana Desa ini akan segera kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor yakni di awal tahun 2021," terang Kumaidi.


Dalam kasus Pidana umum, kata Kumaidi, Kejaksaan Negeri Labuhanbatu saat ini menangani SPDP dari Kepolisian sebanyak 1.477 dan dari SPDP tersebut yang sudah menjadi berkas diterima pihaknya sebanyak 920 berkas.


Lanjut Kumaidi, dari perkara - perkara ini pihaknya sudah menyidangkan sebanyak 598 kasus dan sudah di eksekusi ada sebanyak 358 kasus dan dari tindak pidana Korupsi yang ada, Kejaksaan Negeri Labuhanbatu telah berhasil menyelamatkan uang Negara sebanyak Rp1.035.036.000.


Sementara itu di Seksi Datun Kejaksaan Negeri Labuhanbatu pihaknya juga telah menyelamatkan aset Daerah berupa tanah yang dikuasai pihak ke tiga dan berhasil dikembalikan ke Pemerintah Daera (Pemda) dengan luas 52.384 hektar.


Selain itu juga menyelamatkan aset Pemda berupa kenderaan roda empat dan kini sudah kembali ke tangan Pemda dengan nilai Rp. 774.000.000,- yang selama ini Pemda kesulitan untuk menarik nya dari pihak ketiga.


Kejaksaan Negeri baru - baru ini juga melakukan pelalangan barang bukti berupa kendaraan roda dua dan empat dengan jumlah total nilai yang terjual sebesar Rp.252.076.511,-.


"Satu Minggu yang lalu kita juga melelang barang bukti kenderaan bermotor sebanyak 51 unit, Sepeda motor 49 unit dan mobil 2 unit," ungkap Kumaidi.


Kumaidi mengatakan di tahun 2021 nanti pihaknya akan lebih gencar lagi dalam menangani kasus - kasus terutama kasus korupsi baik itu dalam pencegahan dan penindakannya. 


" Korupsi adalah atensi dari Presiden melalui Kejaksaan Agung dan kita akan lebih serius menangani nya, apalagi menyangkut dana - dana yang menyentuh kepada masyarakat langsung," tegasnya.


Tidak hanya korupsi, Kumaidi  juga menegaskan akan lebih serius lagi menangani kasus - kasus besar di Labuhanbatu dan Labuhanbatu Utara termasuk kejahatan Narkotika yang merupakan penyakit masyarakat yang sangat meresahkan. (Randi)