Kota Lubuk Basung Terus Berkembang -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Kota Lubuk Basung Terus Berkembang

Rabu, 02 Desember 2020

Sesudut pemandangan di GOR Rang Agam Lubuk Basung.


Lubuk Basung, fajarsumbar.com - Lubuk Basung sebagai ibu kota  Kabupaten Agam, terus berkembang dari berbagai aspek, termasuk menyiapkan Lubuk Basung sebagai kota yang ramah anak dan lingkungan. Ini bisa dilihat dari  perkembangan ruang publik di ibu kota Kabupaten Agam tersebut sudah  berkonsep ramah lingkungan dan anak.


Beberapa tahun terakhir dalam peningkatan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Agam telah mengupayakan menjadikan layak anak dan lingkungan kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Agam Welfizar


Ia menuturkan, untuk kantor pemerintahan sudah ada ruang bermain untuk anak. "Ini bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Agam dalam rangka memperhatikan dan  pemenuhan hak anak,” ujarnya, Rabu (2/12).


Sedangkan untuk kawasan ibu kota, Pemerintah Kabupaten Agam juga menyediakan kawasan ruang terbuka hijau dan taman bermain yang ramah anak, di Kawasan GOR Rang Agam, merupakan salah satu komitmen pemenuhan hak-hak anak,” katanya.


Tidak hanya sampai disitu, keterwakilan hak-hak anak dalam pembangunan juga sudah diakomodir. Melalui Forum Anak Kabupaten Agam, dengan meliibatkan dalam musyawarah rencana pembangunan," ucapnya


Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas Dalduk KB PP dan PA Kabupaten Agam, Asnida Wati mengatakan, sejak tahun 2017 wacana dan upaya pemenuhan hak-hak anak sudah mulai menggeliat.


Dikatakan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan dan mendukung kebijakan nasional dalam penyelenggaraan perlindungan anak. Salah satu wujudnya adalah dengan memberikan dukungan sarana dan prasarana yang merujuk pada pemenuhan, perlindungan, dan menghormati hak anak.


“Sejauh ini, Kabupaten Agam sudah mulai menuju ke arah itu, dimana tahun 2019, Kabupaten Agam mendapat predikat pranata KLA,” sebutnya.


Menurutnya, pemenuhan hak-hak anak merupakan usaha holistik dari banyak pihak. Dikatakan, selain pemerintah, pihak swasta, lembaga swadaya masyarakat, insan pers dan masyarakat juga mempunyai peran dalam pemenuhan hak-hak anak.


Disebutkan, setidaknya ada empat pengelompokan hak anak yang mesti dipenuhi, meliputi hak untuk hidup, hak untuk tumbuh dan berkembang, hak perlindungan, dan hak partisipasi.


“Tujuan pemenuhan hak anak pada dasarnya adalah agar anak terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi, demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia, dan sejahtera,” jelasnya.


Ditambahkan, partisipasi anak juga tak kalah pentingnya untuk diperhatikan. Pembentukan forum anak sejatinya difungsikan untuk menjadi pelopor dan pelapor (2P).


“Forum anak juga harus dilibatkan dalam proses KLA, mulai dari musrenbang di tingkat nagari, kecamatan hingga tingkat kabupaten,” ujarnya. (Yanto)