Mari Merawat Ukiran Prestasi Padang -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Mari Merawat Ukiran Prestasi Padang

Minggu, 27 Desember 2020
Amrizal Renggganis


Oleh: Amrizal Rengganis S.Sos


Hadiah beruntun, dan itu nikmat Allah yang diterima Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah bersama semua jajaran Pemko dan masyarakat Kota Padang. Betapa tidak, persis terpaut beberapa hari setelah KPU Sumbar menyatakan Buya Mahyeldi dan pasangannya Audy Joinaldy memenangi Pilkada Sumbar, pada Jumat 25 Desember, Buya Mahyeldi genap berulangtahun ke-54.


Kemenangan pada Pilkada tentu sebuah prestasi tersendiri, tapi bahwa itu ditakdirkan pada saat-saat ulang tahun pemenangnya, maka bukankah itu sesungguhnya adalah sebuah kenikmatan dari Allah SWT? 


Bak kata pepatah, batimpo-timpo pauah jo ambacang yang artinya tak satu saja kesuksesan yang diterima, bahkan pada pekan terakhir Desember di suasana hari ulang tahun itu, datang pula kabar dari Jakarta bahwa Buya Mahyeldi mesti datang menerima penghargaan.


Bahkan tak satu penghargaan, melainkan sembilan!


Dua gelombang, yang pertama pada Selasa 22 Desember, Walikota Padang menerima penghargaan di Hotel Raffles, Jakarta. Ini adalah penghargaan untuk Pemko Padang yang berhasil memberikan layanan prima bagi masyarakat di masa pandemi Covid-19.


Resminya penghargaan yang enam itu adalah yang pertama adalah  Top Digital Implementation 2020 on City Government Level Stars 4, yang kedua Top Digital Transformation Readness 2020, yang ketiga Top Leader on Digital Implementation 202 (ketiganya diberikan atas inovasi yang selama ini dilakukan oleh Diskominfo Kota Padang) yang keempat Implementation 2020 on Infrastruktur Sector level Stars 4, yang kelima Top Leader on Digital Implementation 2020 dan yang keenam adalah Top CIO Digital Implementation 2020 khusus untuk pelayanan PDAM. Keenam penghargaan itu telah berhasil menyandingkan Kota Padang dengan kota-kota, lembaga, perusahaan, manajemen dan pemimpin  berbagai wilayah Indonesia. Penghargaan ini diinisiasi oleh Majalah It Works.


Belum hilang dengung enam penghargaan itu, pada 25 Desember tiba lagi kabar bahwa Kota Padang juga menerima tiga penghargaan lagi. Kali ini Penghargaan Nirwasita Tantra 2020, Penghargaan Innovative Government Award 2020, Penghargaan Padang Kota Dermawan 2020 dan Penghargaan Sidhakarya 2020.


Nirwasita Tantra adalah penghargaan dari Pemerintah yang diberikan kepada Kepala Daerah atas kepemimpinannya dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan dan/atau program kerja sesuai dengan prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya. Ini diberikan oleh Presiden melalui Menteri KLHK.


Innovative Government adalah penghargaan kepada pemerintah daerah dengan predikat sangat inovatif dan terinovatif, berdasarkan pengukuran indeks inovasi daerah Tahun 2020.


Siddhakarya merupakan awarding yang diberikan Presiden melalui Menteri Tenaga Kerja atas  dukungan yang diberikan oleh Kepala Daerah  setiap tahun genap dalam rangka mendorong perusahaan kecil, menengah, maupun besar untuk meningkatkan produktivitasnya.


Sementara Penghargaan Padang Kota Dermawan, diraih oleh masyarakat Kota Padang karena berhasil menghimpun donasi Rp1 miliar untuk Palestina. Penghargaan ini diberikan kepada masyarakat Kota Padang melalui Walikota Mahyeldi Ansharullah oleh lembaga ACT (Aksi Cepat Tanggap). ACT adalah sebuah lembaga kemanusiaan yang berkhidmat untuk memberi pertolongan pada saat-saat bencana alam dan non-alam. 


Maka atas semua penghargaan tersebut melengkapi koleksi berbagai penghargaan yang selama ini tidak teduh-teduh diterima oleh Pemko Padang. Sangat patut diyakini bahwa itu juga berkat kinerja baik yang dilakukan pemerintahan di bawah kepemimpinan Mahyeldi-Hendri Septa maupun masa sebelum itu.


Akan halnya penghargaan yang berhubungan dengan perkembangan dunia digital, menunjukkan bahwa Padang memang sedang dibawa menuju ke arah yang lebih menjawab kebutuhan-kebutuhan era millenial.


Sebagaimana kita tahu, Padang juga menggulirkan apa yang disebut dengan GEBUnet dan FreeNet. Keduanya adalah dalam rangka menjadikan pada sebagai kota yang smart atau cerdas dimana internet adalah sebuah kebutuhan.


GEBUnet adalah program gerakan menabung seribu rupiah untuk internet. Sedangkan program FreeNET adalah internet gratis di kantor kelurahan dan kecamatan. Program GEBUnet merupakan pemasangan internet di masjid dan mushala di Padang. Biaya bulanan internet dibebankan kepada warga sekitar masjid maupun mushala.


Sedangkan program FreeNET merupakan pemasangan wi-fi gratis di tiap kantor lurah dan kantor camat di Padang. Dengan adanya internet gratis di kantor tersebut, warga sekitar dapat mengaksesnya. Hal ini memudahkan warga maupun siswa didik untuk mengakses internet yang dikelola Diskominfo Padang.


Maka boleh kita menyimpulkan, bahwa Apa apa yang sudah dicapai ini bukanlah hanya sekedar prestasi, tetapi juga sebuah pesan kepada segenap jajaran Pemko Padang bahwa setelah ini ada beban berat yang diletakkan di bahu kita. 


Kenapa?


Sebagaimana kita tahu, Walikota Padang Buya Mahyeldi pada Pilkada lalu ikut dalam kontestasi. Hasilnya, beliau bersama pasangannya Audy Joinaldy mendapat dukungan lebih besar dari masyarakat pemilih. Dan jika diizinkan Allah, maka per Februari 2021 tentu beliau akan memulai tugasnya sebagai Gubernur Sumatera Barat. 


Secara perundang-undangan tentu akan ada bergantian tugas sebagai Walikota Padang untuk masa jabatan yang masih tersisa hingga Pilkada Kota Padang berikutnya. Bagi kita, semua tentu kita serahkan kepada DPRD siapa yang akan dipilih meneruskan jabatan Walikota Padang dan siapa pula Wakil Walikota Padang.


Nah, kembali ke soal prestasi yang ditorehkan tadi. Ada sembilan penghargaan yang diberikan kepada Kota Padang maupun kepada Walikotanya. Ada pesan yang tak tertulis yang hendak disampaikan Walikota Mahyeldi Ansharullah kepada kita semua, bahwa ini adalah sebuah tugas di masa setelah beliau tidak lagi duduk di Balaikota, Tugas itu adalah paling tidak mempertahankan apa-apa prestasi yang sudah dibuat itu di tahun-tahun mendatang. Tentu saja akan lebih baik lagi kalau meningkatkan kualitas maupun  kuantitas prestasi itu. Intinya adalah bagaimana semua kita bersama merawat ukiran prestasi Kota Padang ini selepas Buya Mahyeldi tidak lagi menjadi Walikota.


Ini juga –mempertahankan dan meningkatkan—berlaku untuk semua raihan dan capaian tinggi yang sudah dibuat selama masa kepemimpinan Mahyeldi-Emzalmi dan Mahyeldi-Hendri. Maka semua jajaran Pemko Padang tentu mau tidak mau mesti memikul tanggungjawab moral ini untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi yang sudah diukir selama ini. Selamat Ulang Tahun Buya Mahyeldi,dan Selamat atas amanah yang diterima dan dipercayakan sebagai Ketua DPW PKS Sumbar,minggu(27/12).Semoga Amanah Buya.Aamiin.