Menjadi Kuasa Hukum Penggugat, Alumni ULB Ini Menangkan Sengketa Lahan 190 Hektare di Labura -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Menjadi Kuasa Hukum Penggugat, Alumni ULB Ini Menangkan Sengketa Lahan 190 Hektare di Labura

Sabtu, 26 Desember 2020

Dok/facebook Lomoan Panjaitan, SH saat sidang putusan di Pengadilan Negeri Rantauprapat


Labura, fajarsumbar.com - Pengadilan Negeri Rantauprapat menggelar sidang perkara perdata terkait konflik kepemilikan tanaman perkebunan kelapa sawit seluas 190 Hektare di Dusun Sungai Dua, Desa Air Hitam, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara pada Selasa (22/12/2020) lalu.


Dalam sidang putusan tersebut, Majelis Hakim yang di pimpin Ketua Pengadilan Negeri Rantauprapat Khamozaro Waruwu memenangkan penggugat dengan mengabulkan beberapa poin gugatan yang diajukan.


Dalam sidang putusan ini, penggugat dihadiri oleh Halomoan Panjaitan, SH selaku kuasa hukum, sedangkan pihak tergugat tidak hadir.

 

Halomoan Panjaitan, SH saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (26/12/2020) menyebutkan, sebelumnya pihak penggugat diketahui menguasai dan mengelola objek sengketa dengan menanam tanaman perkebunan berdasarkan surat keterangan tanah yang terbit pada tahun 1993 yang dimiliki.


Namun, sekitar tahun 2014, keluar izin Bupati Asahan berdasarkan SK pencanangan kawasan hutan kepada kelompok koperasi Tani Mandiri yang kini diketahui terletak di Kabupaten Labura seluas 190 hentare yang ditanam pihak penggugat.


"Pada intinya pihak penggugat memiliki surat kepemilikan yang sah, sementara itu, perbuatan pihak tergugat yang mengambil hasil tanaman milik penggugat dinyatakan majelis hakim adalah perbuatan melawan hukum," katanya.


Melihat hal itu, Nimrot Siahaan, SH MH selaku dosen Universitas Labuhanbatu yang pernah menjadi gurunya ini memberikan ucapan selamat atas prestasi mantan muridnya tersebut.


"Beliau adalah alumni fakultas hukum Universitas Labuhanbatu yang telah memenangkan perkara obyek sengketa 190 ha di Labura, ini prestasi yang sangat baik," sebutnya. (Randi)