Pasukan Kuning Tak Kenal Kalender Merah -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Pasukan Kuning Tak Kenal Kalender Merah

Senin, 28 Desember 2020
Pasukan kuning sedang melaksanakan aktivitas sehari-hari

Payakumbuh, fajarsumbar.com - Di tengah pandemi Covid-19, tidak mengurungkan semangat petugas kebersihan di Kota Payakumbuh. Ketekunan mereka untuk mengangkut sampah mendapat apresiasi sejumlah warga hingga tokoh masyarakat. Sebab, meskipun dalam suasana libur akhir tahun 2020, pasukan kuning tersebut seakan tak pernah mengeluh, tugas yang mereka emban tetap dijalankan dengan sigap dan tuntas.


Hal tersebut diungkapkan salah seorang petugas kebersihan Kelurahan Bulakan Balai Kandi kecamatan Payakumbuh Barat, Adek panggilan akrabnya, meski tetap ada rasa takut terhadap virus corona, namun ia mengaku rasa tanggung jawab atas tugasnya lebih besar dari ketakutan terhadap ancaman virus covid-19 sehingga mereka tetap berikhtiar menjalankan kerja.


“Ya takut juga pak tapi mau diapain, harus tetap ada jaga lingkunga untuk tetap bersih, karena ini salah satu cara menghindari corona, yaitu kebersihan,” katanya.


Menurutnya, semua bekerja dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab, karena memang itu menjadi tugasnya. Pun mereka tidak ingin mengecewakan masyarakat bahkan pemimpin mereka dengan pekerjaan yang dilakukan dengan asal-asalan.


"Kita semua (pasukan kuning-red) sama sama jangan pernah merasa rendah diri dengan pekerjaan yang kita lakukan. Ingat, Tuhan saja tidak pernah membedakan umatnya, selain dari iman dan ketakwaannya,” simpulnya.


Tarpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wulan Denura, mengapresiasi kinerja pasukan kuning. Warga kerap berkeluh kesah ketika ada keterlambatan dalam pengangkutan sampah yang dilakukan petugas.


“Nah, ketika mereka sigap dan tuntas mengerjakan semuanya dengan baik, warga juga harus mengapresiasinya,” tegas Wulan.


Ditambahkan Wulan, salah seorang pasukan kuning di Kelurahan Bulakan Balai Kandi, Adek yang sering lewat depan rumahnya juga patut diapresiasi. Karena ini dibuktikan, saat tidak ada lagi sampah yang tergantung di depan rumah warga, Adekpun sering menanyakan seperti ini, 'Uni-Uda ado sarok dalam rumah ni, kumpulkan lah ni bia Adek baok' (Kakak-Abang ada sampah di dalam rumah ayo kumpulkan biar saya bawa ke tempat pembuangannya).


Wulan pun mengajak seluruh warga mengapresiasi atas kesigapan dari petugas kebersihan baik penyapu jalan atau pun yang mengangkut sampah door to door. 


“Dalam suasana liburan akhir tahun 2020 mereka tetap bekerja, ditambah volume sampah warga kian bertambah. Kalau mereka sehari saja tak mengambil sampah, entah seperti apa jadinya tepi jalan di kelurahan Bulakan Balai Kandi ini terpenuhi sampah, belum lagi bau busuknya,” pungkas Wulan.


Hal senada juga diungkapkan Rini, perempuan pemilik kedai harian di RT 03 RW 01, memberi tanggapan kalau Adek sangat humoris, bekerja dengan ikhlas tanpa pamrih. 


“Dia adalah seorang pekerja keras demi menjaga kelurahannya agar tetap bersih bagaimanapun masyarakat memandangnya. Untung ada Adek, peralatannya cukup di kantor Kelurahan, sehingga selain sampah, rumput dan ilalang yang sudah tinggipun di babatnya sore hari, disaat warga menikmati liburan akhir tahun 2020," pungkasnya. (ul)