Realisasi Investasi PMDN dan PMA di Sumbar Capai Rp3,84 Triliun Lebih -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Realisasi Investasi PMDN dan PMA di Sumbar Capai Rp3,84 Triliun Lebih

Sabtu, 19 Desember 2020

Kepala Dinas DPMPTSP Propinsi Sumatera Barat Maswar Dedi.


Padang, fajarSumbar.com Realisasi investasi Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanam Modal Asing (PMA) di Sumateta Barat pada triwulan III September 2020, mencapai Rp3,48 triliun lebih atau 67, 3 %, dari target sebesar Rp4,525 triliun.


"Target investasi tersebut, diharapkan bisa tercapai 100 persen di akhir bulan Desember nanti," jelas Kepala DPMPTSP Propinsi Sumatera Barat Maswar Dedi, AP. M.Si, didampingi Firdaus, selaku Kabid Dalak DPMPTSP, ketika dihubungi fajarsumvar.com, Sabtu (18/12/2020).

 

Menurutnya, upaya untuk memenuhi target 2020 itu bisa dicapai, dari adanya keterlambatan ivestasi pada semester III yang dicadangkan untuk triwulan IV nanti.


Realisasi investasi PMDN pada triwulan III September 2020 itu, mencapai sebesar Rp1,640 triliun lebih lebih atau 57, 56 % dari target, sebesar Rp2,850 triliun.


Investasi PMDN tersebut, ungkap Maswar, sebagai peyumbang terbesar seperti sektor kontruksi, perhotelan dan restoran begitu juga dengan sektor tanaman pangan, perkebunan dan jalan tol.


"Alhamdulilah, di tengah pendemi Covid- 19 ini, masih tinggi minat investor untuk berinvestasi di Sumatera Barat, seperti sektor perhotelan dan restoran di daerah tujuan wisata ini," tambahnya.


Investasi PMDN tersebut, bergerak di sektor primer, seperti tanaman pangan, perkebunan dan peternakan, sektor sekunder antara lain industri makanan, tekstil, industri barang kulit dan alas kaki, sedangkan sektor tersier, bergerak di bidang listrik, gas, air, kontruksi dan perdagangan.


Terkait realisasi dari investasi PMA pada periode yang sama, mencapai 78, 23 persen. dari target sebesar 125 juta U$ Dolar.


Investor PMA tersebut, bergerak di sektor primer, antara lain di bidang tanaman pangan dan perkebunan, peternakan, kelautan, perikanan dan pertambangan.

Sektor sekunder, seperti di bidang industri makanan, kertas dan percetakan, industri karet dan plastik, sektor tersier begerak di bidang hotel dan restoran, listrik dan gas.


Investasi PMA yang terbesar itu, antara lain berlokasi di Kabupaten Pesisir Selatan, seperti sektor perkebunan dan pembangkit listrik energi baru terbarukan Denpo dan Cakrawala Energi di daerah Sako dan Balai Selasa. 


Sektor tanaman pangan dan perkebunan yang terbesar itu, juga berlokasi di Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Pasaman Barat Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang.


Maswar menjelaskan, sektor-sektor investasi yang dikelola para investor PMDN dan PMA 2020 itu, bergerak pada 24 sektor usaha yang tersebar pada 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat.


Investor PMA dan PMDN yang berinvestasi di Sumatera, terdiri dari investor baru dan lama termasuk investor yang memperpanjang Izin usaha.


Adanya investor yang berinvestasi di Sumatera  Barat, tentu akan berdampak positif terhadap penguatan ekonomi daerah dan ekonomi masyarakat.

Masyarakat bisa bekerja pada Investor PMDN dan PMA, secara bertahap masyarakat bisa pula meningkatkan taraf ekonomi keluarganya.


Selain itu, tingginya minat investor yang berinvestasi di Sumatera Barat, karena adanya kepastian hukum dan dan kemudahan untuk mendatpatkan izin usaha.


Izin usaha, bisa diurus melalui sistem online Single Submission (OSS), karena lebih mudah untuk mengisi, mengentri data perusaan dan personalnya dari rumah masing- masing secara  online.


Setelah diperiksa dan dinyatakan lengkap persyaratannya oleh  petugas DPMPTSP, maka izin usaha itu, bisa dicetak langsung dari rumah masing- masing.


Penanda tangananya Izin Usaha itu bisa dilakukan oleh Kepala DPMPTSP Propinsi Sumatera Barat melalui sistem elektronik.(Rony Dz)