Tidak Ada Lagi Daerah Sumbar Berisiko Tinggi Covid-19 -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Tidak Ada Lagi Daerah Sumbar Berisiko Tinggi Covid-19

Senin, 21 Desember 2020

Jasman Rizal


Padang, fajarsumbar.com - Pandemi Covid-19 di Sumatera Barat (Sumbar) mulai melandai. Saat ini tidak ada daerah yang berisiko tinggi, tapi tidak ada pula daerah yang berzona hijau (tanpa kasus).


Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Kominfo, selaku Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar, Jasman Rizal, Senin (21/12/2020). "Pembagian itu berdasarkan hasil perhitungan 15 indikator data onset pada minggu ke-41 pandemi covid-19," ujarnya.


Dalam situs resmi Sumbarprov.go.id, di Sumbar tak ada zona merah (risiko tinggi) maupun zona hijau (daerah tanpa kasus).


Untuk kabupaten/kota yang berada pada zona oranye (risiko sedang), adalah:

1. Padang (skor 2,37)

2. Pariaman (skor 2,37)

3. Tanah Datar (skor 2,34)

4. Pesisir Selatan (skor 2,30)

5. Agam (skor 2,28)

6. Padang Pariaman (skor 2,27)

7. Pasaman (skor 2,25)

8. Kota Solok (skor 2,24)

9. Pasaman Barat (skor 2,23)

10. 50 Kota (skor 2,20)

11. Sawahlunto (skor 2,19)

12. Kabupaten Solok (skor 2,14)



Sedangkan untuk zona kuning (risiko rendah) berada di:


1. Sijunjung (skor 2,57)

2. Payakumbuh (skor 2,57)

3. Dharmasraya (skor 2,65)

4. Kepulauan Mentawai (skor 2,54)

5. Padang Panjang (skor 2,51)

6. Bukittinggi (skor 2,48)

7. Solok Selatan (skor 2,43)



Kabupaten Sijunjuang dan Payakumbuah mengalami peningkatan yang signifikan dalam mengatasi penyebaran covid-19 di minggu ke-40 pandemi di Sumatera Barat. 



Kepulauan Mentawai masih mempertahankan sebagai satu-satunya di Sumatera Barat yang belum ada kasus kematian di daerahnya. 



Sampai minggu ke 40 masa pandemi covid-19 di Sumatera Barat, persentase tertinggi kasus kematian pasien covid-19 di Sumatera Barat masih terjadi di Kabupaten Pasaman Barat (5,22%).



Sedangkan yang terendah adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai yang sampai saat ini belum ada kasus meninggal dunia (0%).(ab)