Yayasan Time Sumatera Indonesia Apresiasi Satreskrim Polres Labuhanbatu -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Yayasan Time Sumatera Indonesia Apresiasi Satreskrim Polres Labuhanbatu

Rabu, 16 Desember 2020
 Kapolres memperagakan barang bukti serta tersangka pelaku memperjualbelikan kulit dan tulang harimau yang bakal diperjualbelikan. 


Labuhanbatu, fajarsumbar.com - Yayasan Time Sumatera Indonesia mengapresiasi Polres Labuhanbatu yang telah berhasil menggagalkan akan adanya transaksi jual beli kulit dan tulang beluang Harimau Sumatera pada Kamis (10/12/2020) yang lalu.


Direktur Eksekutif Yayasan Time Sumatera Indonesia, B Awaluddin ST saat dikonfirmasi fajarsumbar.com pada Rabu (16/12/2020) mengatakan, bahwa Polres Labuhanbatu melalui Kasat Reskrim AKP Parikhesit sangat sigap dan tanggap menyikapi adanya laporan tentang perdagangan kulit harimau tersebut.


"TIME Sumatera sangat apresiasi Polres Labuhanbatu, dan kami yakin penegakan hukum berkomitmen kuat akan menekan ancaman terhadap kepunahan harimau Sumatera dan satwa dilindungi lainnya di Indonesia," katanya.


Ia juga berharap, koordinasi dan komunikasi yang lebih baik harus dapat ditingkatkan untuk tindak kejahatan satwa liar ini. "Kami siap untuk mendukung aparat penegak hukum terkait dalam upaya penyelamatan kekayaan alam," Sebutnya.


Menurutnya, kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak, bahwa tindak kejahatan satwa liar merupakan persoalan serius yang dapat dijatuhkan hukuman maksimal.


Tak hanya itu, berdasarkan perdagangan satwa liar, Labuhanbatu adalah wilayah transit, dimana Riau dan Sumatera Utara adalah Suplainya.


"Jika kita lihat rute eksport perdagangan international, Riau dan Sumatera Utara adalah akses lintas, dan terkhusus di Labuhanbatu, ada perbatasan Asahan dan Tobasa, dimana wilayah tersebut ada Kawasan Yang perlu kita selamatkan SM. Dolok Surugangan, hal ini sangat penting, dari temuan kita bahwa daerah dolok surungan habitat harimau sumatera. Setelah dilakukan pengembagan polres labuhanbatu, dari yang kita ketahui dari polres, ternyata harimau yang akan  diperdagangkan tersebut berasal dari Labuhanbatu Utara dan Tobasa, mereka mendapatkannya  dari Hasi jerat," jelasnya. 


Yayasan Time Sumatera Indonesia ini sendiri bergerak di bidang Lingkungan dan Konservasi. Dulunya, yayasan ini bernama The Investigasion Monitoring Environment. (Randi)