Belajar Tatap Muka Diundur, Guru Wajib Test Swab -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Belajar Tatap Muka Diundur, Guru Wajib Test Swab

Senin, 04 Januari 2021
Rapat Koordinasi Plt. Bupati, Forkopimda Tanah Datar bersama instansi terkait tentang PBM tatap muka, senin (4/1/21).


Tanah Datar, fajarsumbar.com - Pemkab Tanah Datar merencana belajar tatap muka yang akan dilaksanakan Senin 4 Januari 2021 batal dilaksanakan dan diundur pada 11 Januari 2021.  Alasannya, tenaga pendidik belum diswab dan juga persiapan sekolah tentang protokol kesehatan (prokes) juga belum terpenuhi.


Plt Bupati Tanah Datar H. Zuldafri Darma, SH dan Forkopimda bersama Kepala OPD, Ketua DPRD Tanah Datar H. Rony Mulyadi Dt. Bungsu, Kapolres Padang Panjang dan undangan lainnya melaksanaka Rapat Koordinasi (Rakor) untuk membahas rencana pelaksanaan PBM tatap muka di Gedung Indo Jolito, Batusangkar, Senin (4/1/2021).


Plt. Bupati Tanah Datar mengatakan Rakor ini sebagai langkah awal pembahasan penerapan PBM tatap muka yang telah direncanakan. Juga tentang rencana test swab seluruh guru se Tanah Datar sebanyak 9 ribu lebih yang membutuhkan waktu lebih kurang 20 hari. 


“Segala sesuatunya dibahas pada hari ini, kita tidak menginginkan terjadi klaster baru penyebaran Covid-19, ini akan menjadi perhatian kita bersama sebelum terlaksananya PBM tatap muka di Tanah Datar,” ujar Zuldafri Darma.


Di Rakor itu, dibahas prinsip-prinsip dasar pelaksanaan PBM tatap muka yang mengacu pada Surat keputusan Bersama (SKB) empat menteri tentang penyelengaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. 


"Pemerintah Kabupaten Tanah Datar akan lahirkan kebijakan melalui Rakor ini, apakah itu berupa intruksi atau surat edaran Bupati, tentu yang harus menjadi prioritas kita adalah keselamatan dan kesehatan masyarakat,” ujar Zuldafri.


Berjalannya Rakor itu diiringi pendapat dan masukan Ketua DPRD, seluruh unsur Forkopimda, Komisi DPRD, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala OPD terkait, seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, BPBD, SatPol PP dan Damkar, Perhubungan, Kemenag, Kominfo dan Instansi terkait lainnya.


Pada dasarnya, keputusan Rakor itu belum sepenuhnya ditetapkan, untuk kelanjutanya, rapat akan digelar kembali besok Selasa (5/1/21), sehingga penerapannya terlaksana secara terstruktur dan profesional.


Kadis Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan bahwa PBM tatap muka melaksanakan sistem shift dimana setiap kelas siswa boleh 50% belajar dari jumlah siswa di kelas. "Jadi peserta didik SMA sebanyak 18 siswa, SMP sebanyak 16 siswa SD sebanyak 14 siswa dan TK/PAUD sebanyak 5 siswa," ujar Riswandi. (fdy)