Bio Farma Sudah Produksi 4 Juta Vaksin -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Bio Farma Sudah Produksi 4 Juta Vaksin

Sabtu, 23 Januari 2021

ilustrasi


Jakarta, fajarsumbar.com - PT Bio Farma (Persero) mengungkapkan jumlah produksi vaksin corona jadi atau siap pakai sudah mencapai 4 juta dosis per 21 Januari 2021.


Jumlah ini tinggal menanti pemberian sertifikat lot release dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).


"Status produk-produk tersebut saat ini sedang dalam tahap proses quality control yang akan dikirimkan ke Badan POM untuk mendapatkan lot release agar dapat didistribusikan," kata Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir dalam keterangan resmi, Sabtu (23/1/2021) sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Sertifikat lot release dari BPOM menunjukkan kelayakan dan keamanan vaksin untuk digunakan masyarakat. Bila sudah mendapat persetujuan dari BPOM, vaksin jadi akan didistribusikan ke daerah mulai Februari 2021.


Distribusi akan dilakukan melalui jaringan perusahaan dan anak usaha. Ia menyebut Bio Farma dan para anak usahanya, yaitu PT Indofarma (Persero) Tbk dan PT Kimia Farma (Persero) Tbk memiliki total 48 cabang penyimpanan di berbagai wilayah.


"Bio Farma sudah menyiapkan digital solution yang bersifat end-to-end mulai dari pabrik produksi, proses distribusi dan sampai di tujuan akhir. Proses pendistribusian dapat di monitor real time di command center holding BUMN Farmasi," ujarnya.


Setelah jadi, vaksin memiliki daya tahan sekitar 1 tahun sampai 1,5 tahun. Syaratnya, vaksin disimpan dengan kondisi suhu 2 derajat sampai 8 derajat celcius sebelum digunakan.


Produksi vaksin berasal dari empat tahap dengan masing-masing tahap berkapasitas produksi sebanyak 1 juta dosis. Produksi vaksin menggunakan bahan baku atau bulk dari Sinovac, perusahaan farmasi China.


Total, ada 15 juta bahan baku vaksin yang sudah dikirimkan ke tanah air. Sisanya sekitar 125 juta bahan baku akan dikirim secara bertahap sampai Juni 2021.


Sebelumnya, Bio Farma sudah mengantongi 3 juta vaksin covid-19 jadi dari Sinovac, yaitu 1,2 juta dosis yang dikirim pada 6 Desember 2020 dan 1,8 juta dosis yang dikirim pada 31 Desember 2020. (*)