BMKG Prediksi Cuaca Buruk Melanda Sumbar -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

BMKG Prediksi Cuaca Buruk Melanda Sumbar

Jumat, 22 Januari 2021

ilustrasi


Padang, fajarsumbar.com - Sejumlah daerah di Indonesia sedang dilanda bencana alam, sementara di Sumatera Barat potensi cuaca buruk juga diprediksi akan terjadi beberapa hari ke depan.


Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau memperkirakan mulai Kamis 21 Januari, terdapat potensi perluasan daerah hujan dengan intensitas sedang di sejumlah daerah.


"Potensi hujan intensitas sedang ini terjadi pada sore hingga malam hari," kata Kepala Seksi Informasi dan Observasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau, Yudha Nugraha, Rabu (20/1/2021) sebagaimana dikutip pada liputan6.com.


Potensi hujan tersebut terjadi di Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kepulauan Mentawai, Solok, Tanah Datar, Pasaman Barat, Agam, Bukittinggi, Padang Pariaman, Sijunjung, Dharmasraya, dan sekitarnya.


Kemudian pada Sabtu, 23 Januari 2021, diperkirakan puncak hujan intensitas lebat di wilayah Kabupaten Agam, Pasaman, Pesisir Selatan, Pasaman Barat, dan Solok. Kondisi cuaca buruk diperkirakan terjadi hingga Minggu, 24 Januari 2020.


"Kondisi tersebut disebabkan oleh adanya pola gangguan atmosfer," ujarnya.


Kemudian untuk suhu udara di Ranah Minang saat ini, berkisar antara 18 hingga 31 derajat Celsius, serta angin berembus dari barat daya ke barat laut dengan kecepatan 5 hingga 22 kilometer per jam.


Yudha mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah saat cuaca buruk, agar terhindar dari potensi bencana yang bisa terjadi seperti banjir dan longsor serta pohon tumbang.


"Dengan perkiraan cuaca buruk ini, potensi bencana tentu bisa terjadi," jelasnya.


Gelombang Tinggi

Sementara untuk kondisi gelombang laut, BMKG Maritim Teluk Bayur merilis terdapat potensi gelombang setinggi 3 meter di wilayah perairan Samudra Hindia Barat Kepulauan Mentawai dan Samudra Hindia Barat Bengkulu pada 20-21 Januari 2021.


Potensi gelombang laut dengan ketinggian 1,5 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di wilayah Perairan Utara Siberut, Perairan Barat Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu, dan Perairan Timur Enggano.


Kemudian potensi angin di perairan mencapai 15-25 knots di wilayah Perairan Barat Sumatera Barat, Perairan Kepulauan Mentawai.


Selanjutnya, di Samudera Hindia Barat Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu, Perairan Timur Enggano, dan Samudera Hindia Barat Bengkulu. (*)