Ekowisata dan Edukasi GTP Ulakan Bertekad Bisa Berbicara di Tingkat Nasional -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Ekowisata dan Edukasi GTP Ulakan Bertekad Bisa Berbicara di Tingkat Nasional

Selasa, 12 Januari 2021

.


Ulakan, fajarsumbar.com - Kehadiran kawasan Ekowisata dan Edukasi Green Talao Park (GTP) Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakih, Padang Pariaman, Sumatera Barat kian hari menggeliat untuk Negeri. Sehingga kawasan yang dulu sebagai lahan main ternak kerbau, kini telah berobah menjadi salah satu Destinasi Wisata baru yang mempesona. Tak heran lagi, dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun organisasi profesi.


GTP Ulakan kali ini, kembali dapat kunjungan dari penggiat Wisata Profesional Provinsi Sumatera Barat. Yakni datang dari Asosiation Experiential Learning Indonesia (AELI) Sumatera Barat, Senin (11/01/21). 


Kunjungan terdiri dari Ketua Terpilih AELI Sumbar Arlin Teguh Ardhani yang didampingi Inkubator PIID-PEL GTP Ulakan Febriansyah. Juga ikut mantan Ketua AELI Sumbar Dede Hakim bersama anggota Erik Smile.


Kegiatan kunjungan ini dalam rangka survey untuk program pendampingan desa wisata. Hal itu salah satu program dari AELI Sumbar untuk melakukan edukasi dan pendampingan terhadap desa wisata yang ada di wilayah kerjanya.


Kedatangan rombongan AELI Sumbar ini disambut Ketua BUMNag "Pesisir Ulakan Madani" Adi Kurniawan bersama Ketua Pokdarwis Nagari Ulakan Syahrul Mubarak dan Wali Korong Gantiang Tangah Padang Alam Syahril.


Ketua AELI Sumbar Arlin Teguh Ardhani menyampaikan ketertarikannya kepada GTP Ulakan yang mempunyai potensi besar dan keindahan alam yang masih asri.


"GTP Ulakan ini salah satu wisata yang unik. Ketika berjalan di Trekking ditepi Pantai, terasa aura pantainya. Dan ketika berjalan di Trekking dalam Talao ini, terasa bukan di pantai lagi. Jadi terasa unik" ungkap sewaktu diskusi bersama pengelola GTP.


Sementara itu, Erik Smile menyampaikan ketertarikan dan kekagumannya kepada Ekowisata dan Edukasi GTP Ulakan Sehingga ia meminta pengelola untuk tetap konsisten dengan pengembangan serta pengelolaan Destinasi Wisata ini secara apik dan bijaksana.


Menurutnya, sangat menarik disini pun kita disuguhkan berbagai pemandangan yang beraneka ragam. Selain itu, juga dapat menyaksikan dan menikmati keindahan alam pantainya. 


"Kemudian kita disuguhkan dengan flora dan fauna yang hidup di sini. Semoga tetap komitmen untuk menjaga flora dan fauna di sini. Lagi, jangan ada ditemukan pemburuan liar maupun perdagangan hewan secara ilegal" saran Erik Smile mengingatkan


Kegiatanpun dilanjutkan dengan menyantap hidangan Welcome Drink yang disajikan oleh pengelola. Sajian yang berbahan baku Nipah ini merupakan Icon dari GTP Nagari Ulakan.


Ketua BUMNag "Pesisir Ulakan Madani" Adi Kurniawan selaku pengelola aset dan anggaran GTP ini menceritakan ihwal kisah bagaimana berdiri kawasan Ekowisata dan Edukasi GTP.


Kata dia, dimulai tahun 2016 membangun jalan ke lokasi dari dana Desa. Kemudian, tahun berikutnya dengan dana DKV untuk pembangunan rumah nelayan.


Berkat komitmen bersama untuk mengembangkan wilayah ini, sebut Adi Kurniawan, alhamdulillah pada tahun 2019 lalu, kita mendapatkan dana dari KEMENDESA PDTT RI. Dana melalui program Pilot Inkubasi Inovasi Desa Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID-PEL) dengan anggaran sebesar Rp 1,3 Milyar.


"Bermodalkan suntikan dana dari Kemendes itu, kita dapat membangun destinasi seperti saat ini. Alhamdulillah, kita closing diakhir Desember 2020 lalu dengan omset sebesar Rp 470 juta" ungkap Ketua BUMNag yang akrab dipanggil Adi.


Berbicara tentang rencana dan pengembangan kawasan GTP kedepannya, ungkap Adi, kita selalu medorong Kempok Sadar Wisata (Pokdarwis) agar membuat program kerja GTP yang menyentuh buat semua orang untuk Negeri.


Untuk kedepannya, ungkap Ketua Pokdarwis Syahrul Mubarak, dikarenakan kita termasuk sebuah destinasi wisata baru, tentu langkah utama yang dilakukan adalah peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM).


Menurutnya, terus melakukan edukasi terhadap masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan. Bila masih kurang kesadaran masyarakat tentang kebersihan akan berdampak terhadap Pariwisata itu sendiri.


"Sebagus apapun pengelolaan, jika masih ditemukan sampah berserakan, maka akan merusak citra dari pariwisata itu sendiri" ungkap Ketua Pokdarwis yang juga Ketua Bamus Ulakan itu.


Kata Syahrul, kita selalu mengajak berbagai pihak untuk dapat bekerjasama mengembangkan kawasan ini, baik dari perguruan tinggi, BUMN maupun pihak lainnya.


Alhamdulillah, sebut Syahrul, kita telah melakukan kerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi di Sumbar. Juga akan mencoba menjalin kerjasama lagi dengan pihak lainnya demi kemajuan Green Talao Park Nagari Ulakan kedepannya.


"Tekad dan target kita kedepannya adalah Kawasan Ekowisata dan Edukasi GRP Ulakan ini, menjadi Destinasi Wisata yang dapat  dibanggakan Sumatera Barat untuk bisa berbicara di kancah Nasional nantinya" harap Syahrul Mubarak yang juga Ketua PPK Kecamatan Ulakan Tapakih itu bersemangat optimis. (saco)***