Granat Apresiasi Warga Gerebek Narkoba Dan Minta Ini ke Kapolres -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Granat Apresiasi Warga Gerebek Narkoba Dan Minta Ini ke Kapolres

Kamis, 14 Januari 2021
Fahmi Lubis, S.Sos, MSP


Labuhanbatu, fajarsumbar.com - DPC Granat Kabupaten Labuhanbatu mengapresiasi aksi spontanitas warga Sei Berombang yang menggerebek 3 oknum kepolisian diduga hendak berpesta narkoba di sebuah bangunan kosong yang terletak di Kecamatan Panai Tengah pada Kamis (7/1/2021) lalu. 


Menurut Ketua DPC Granat Labuhanbatu, Fahmi Lubis, S.Sos, MSP, hal ini merupakan keprihatinan masyarakat terhadap penyalahgunaan narkoba yang begitu massive di Labuhanbatu yang mengakibatkan terjeratnya 1 oknum Polsek Panai Hilir dan dua Satpolair Polres Labuhanbatu oleh setan narkoba tersebut.


"Kami bangga sekaligus juga perihatin atas kejadian ini. Semoga tidak terulang lagi oleh personil Polres Labuhanbatu dalam hal penyalahgunaan narkoba. Karena narkoba siapa saja bisa terkena," cetusnya kepada fajarsumbar.com, Rabu (13/1/2021).


Untuk itu, kata Fahmi, Granat Labuhanbatu memberi support kepada Polres Labuhanbatu terutama Kasat narkoba untuk mengungkap pemasok bandar narkoba kepada personil Polres Labuhanbatu tersebut.


"Kalau bukan kita yang peduli siapa lagi yang bisa selamatkan anak bangsa dari kejahatan/sindikat narkoba, kepada bapak Kapolres Labuhanbatu supaya lebih giat lagi melaksanakan pengawasan melekat terhadap personil dan melakukan tes urine bagi personil secara berkala serta menindak tegas personil yang terbukti terlibat narkoba," harapnya.


Sebelumnya, Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan, SIK MH saat ditemui pada Senin (12/1/2021) dikantornya membenarkan penggerebekan anggota Polsek Panai Hilir dengan inisial I dan Satpolair inisial S dan HD tersebut. Tindaklanjutnya, pihaknya melakukan tes urine ketiga oknum tersebut.


"Hasilnya sudah keluar, urine nya positif amfetamin dan metamfetamin, dan saat ini ketiga tersangka sudah kita tarik penugasannya ke Polres Labuhanbatu sebagai Bintara pembinaan seksi Propam, kepada mereka kita periksa baik secara pidana maupun kode etik. Untuk kode etiknya sendiri jika memang terbukti, maka akan dilakukan pemberhentian dengan tidak hormat," jelasnya. (Randi)