Ke-6 Korban Tambang Illegal Mining Bukan Orang Solok Selatan, Tetapi Orang Pulau Jawa Kok Bisa -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Ke-6 Korban Tambang Illegal Mining Bukan Orang Solok Selatan, Tetapi Orang Pulau Jawa Kok Bisa

Rabu, 13 Januari 2021
Salah satu lokasi tambang emas di Solok Selatan yang masih beroperasi.


Solsel, fajarsumbar.com - Tambang emas Ilegal di Solok Selatan, kembali memakan korban dua orang tertimbun hidup-hidup. Kali ini korbanya bukan orang Solok Selatan.


Korbannya bukan orang Solok Selatan, korbanya sebanyak enam orang adalah orang pulau Jawa, kenapa ini masih bisa terjadi.


BPBD Solok Selatan hentikan pencarian dua korban tertimbun longsor tambang emas di Solok Selatan. Kepala Kalaksa BPBD Solok Selatan, Richi Amran, Rabu (13/1/2021), mengatakan, dua dari empat korban yang tertimbun longsor tambang sudah ditemukan tim BPBD, TNI, Polri dan masyarakat setempat. 


Dua lagi pencariannya dihentikan karena kendala lubang tambang ditutup air akibat intensitas hujan yang turun sangat tinggi. 


Dua yang ditemukan tersebut sudah meninggal dunia yaitu Sugito dan Budi Purnano, keduanya berusia 32 tahun warga Kabupaten Jati, Provinsi Jawa Tengah. Mereka tertimbun, Senin (11/1/2021) sekitar pukuk 20.30 Wib malam di Kimbahan, Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan. 


"Dua korban lainnya pencariannya dihentikan, karena kondisi luban tambang di tutup air sungai yaitu Miyanto, 51 tahub dan Sulistiyono, 41 tahun," kata Richi Amran. 


Ke empat korban tambang emas yang tertimbun longsor tanah dan batu diketahui dari dua penambang yang selamat dari maut, Rifan Saifudin, 28 tahun, dan Aji, 30 tahun.


Keduanya mengalami luka-luka gores dibagian tubuh ketika menyelamatkan diri disaat detik-detik lubang tambang longsor. 


Ke enam korban tambang emas itu merupakan Warga Kabupaten Jati, Provinsi Jawa Tengah. 


Mereka melakukan penambangan di Solok Selatan masuk dari arah Kabupaten Dharmasraya melalui Talantam, padahal kondisi di Kimbahan tempat mereka menambang sudah ditanami pohon untuk penghijauan lingkungan oleh TNI-Polri. 


"Korban yang ditemukan tertimbun dievakuasi Selasa (12/1), dan sudah meninggal dunia. Namun dua orang lagi masih belum ditemukan hingga Rabu ini," paparnya didampingi Kasi Kedaruratan Romi Afrizal.


Sementara itu Kapolres Solok Selatan AKBP Tedy Purnanto kepada fajarsumbar.com, Rabu melalui pesan singkat Wa,nya membenarkan kasus ini, Tedy mengakui keenam korban itu berasal dari pulau Jawa.


"Dari mana masuknya, akan kami selediki, sementara kedua korban yang masih belum ditemukan akan dilanjutkan pencariannya bersama timngabungan, mengingat cuaca dan lobang bekas tabang itu ditimbun material," tambahnya. (Tim)